30 C
Makassar
6 March 2026, 16:12 PM WITA

Ayah Remaja Tewas Tertembak di Makassar Imbau Warga Tetap Tenang, Minta Kasus Diproses Secara Adil

SulawesiPos.com – Ayah dari Bertrand Eka Prasetyo (18), Yaya (54), mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi menyusul kematian putranya.

Ia berharap peristiwa tersebut tidak memicu keributan dan meminta semua pihak menahan diri serta mempercayakan proses hukum kepada aparat berwenang.

“Terima kasih banyak buat Bapak Kapolda Sulsel yang telah menangkap pelaku dan memprosesnya secara adil. Kami juga dari keluarga menyampaikan atas peristiwa ini jangan sampai menimbulkan keributan,” ujarnya dalam keterangannya yang beredar, Jumat (6/3/2026).

Demo Mahasiswa Berujung Kericuhan di UNM

Kasus kematian Betrand sebelumnya memicu aksi demonstrasi mahasiswa di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) yang memblokir Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/3).

Situasi kemudian memanas setelah ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi area kampus dan merusak sejumlah fasilitas.

Aksi tersebut terjadi setelah salah satu pengemudi diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum mahasiswa saat melintas di lokasi demonstrasi.

Peristiwa bermula ketika seorang pengemudi ojol hendak mengantarkan pesanan makanan dan mencoba melewati jalan yang sedang diblokir massa aksi.

“Kronologinya itu, kita lagi mengantar orderan makanan. Dari kami ojol sudah minta izin ke pendemo membuka jalan mau menyelesaikan pengantaran order. Tapi, tidak mau, lalu tiba-tiba saya diserang,” ujar Emil, korban pengemudi ojol menceritakan kepada awak media di lokasi kejadian, Jumat (6/3).

Korban menyebut dirinya tidak hanya dilarang melintas, tetapi juga dipukul bersama adiknya oleh oknum mahasiswa.

Selain itu, sepeda motor miliknya dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

“Motor dirusak, dihancurkan. Sementara ini baru satu diketahui (rusak), tidak tahu kalau ada motor teman-teman lain (dirusak). Adik saya juga dipukuli, ini sementara visum dan sudah ada pertanggungjawaban dari kampus,” tuturnya.

Ayah Berharap Adik Korban Bisa Jadi Polwan

Di tengah duka yang masih dirasakan keluarga, Yaya juga menyampaikan harapan agar adik almarhum kelak dapat mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Polisi Wanita (Polwan).

Permintaan tersebut disampaikan kepada Kapolda Sulawesi Selatan di tengah proses hukum terhadap oknum polisi yang terlibat dalam kasus penembakan tersebut.

“Saya berharap kepada Bapak Kapolda Sulsel, adik almarhum ini bercita-cita jadi Polwan jadi saya meminta Bapak Kapolda agar adik almarhum bisa diterima menjadi polisi,” kata Yaya dalam keterangannya yang beredar, Jumat (6/3/2026).

Selain itu, Yaya juga mengapresiasi langkah cepat aparat dari Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar yang telah mengamankan pelaku serta memproses perkara tersebut.

Pihak keluarga pun menegaskan dukungannya agar penanganan kasus berjalan secara terbuka, transparan, dan mampu memberikan rasa keadilan bagi almarhum.

SulawesiPos.com – Ayah dari Bertrand Eka Prasetyo (18), Yaya (54), mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi menyusul kematian putranya.

Ia berharap peristiwa tersebut tidak memicu keributan dan meminta semua pihak menahan diri serta mempercayakan proses hukum kepada aparat berwenang.

“Terima kasih banyak buat Bapak Kapolda Sulsel yang telah menangkap pelaku dan memprosesnya secara adil. Kami juga dari keluarga menyampaikan atas peristiwa ini jangan sampai menimbulkan keributan,” ujarnya dalam keterangannya yang beredar, Jumat (6/3/2026).

Demo Mahasiswa Berujung Kericuhan di UNM

Kasus kematian Betrand sebelumnya memicu aksi demonstrasi mahasiswa di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) yang memblokir Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/3).

Situasi kemudian memanas setelah ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi area kampus dan merusak sejumlah fasilitas.

Aksi tersebut terjadi setelah salah satu pengemudi diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum mahasiswa saat melintas di lokasi demonstrasi.

Peristiwa bermula ketika seorang pengemudi ojol hendak mengantarkan pesanan makanan dan mencoba melewati jalan yang sedang diblokir massa aksi.

“Kronologinya itu, kita lagi mengantar orderan makanan. Dari kami ojol sudah minta izin ke pendemo membuka jalan mau menyelesaikan pengantaran order. Tapi, tidak mau, lalu tiba-tiba saya diserang,” ujar Emil, korban pengemudi ojol menceritakan kepada awak media di lokasi kejadian, Jumat (6/3).

Korban menyebut dirinya tidak hanya dilarang melintas, tetapi juga dipukul bersama adiknya oleh oknum mahasiswa.

Selain itu, sepeda motor miliknya dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

“Motor dirusak, dihancurkan. Sementara ini baru satu diketahui (rusak), tidak tahu kalau ada motor teman-teman lain (dirusak). Adik saya juga dipukuli, ini sementara visum dan sudah ada pertanggungjawaban dari kampus,” tuturnya.

Ayah Berharap Adik Korban Bisa Jadi Polwan

Di tengah duka yang masih dirasakan keluarga, Yaya juga menyampaikan harapan agar adik almarhum kelak dapat mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Polisi Wanita (Polwan).

Permintaan tersebut disampaikan kepada Kapolda Sulawesi Selatan di tengah proses hukum terhadap oknum polisi yang terlibat dalam kasus penembakan tersebut.

“Saya berharap kepada Bapak Kapolda Sulsel, adik almarhum ini bercita-cita jadi Polwan jadi saya meminta Bapak Kapolda agar adik almarhum bisa diterima menjadi polisi,” kata Yaya dalam keterangannya yang beredar, Jumat (6/3/2026).

Selain itu, Yaya juga mengapresiasi langkah cepat aparat dari Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar yang telah mengamankan pelaku serta memproses perkara tersebut.

Pihak keluarga pun menegaskan dukungannya agar penanganan kasus berjalan secara terbuka, transparan, dan mampu memberikan rasa keadilan bagi almarhum.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/