Bos Kartel Narkoba Meksiko Tumbang Gara-gara Wanita, Bagaimana Nasib Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Operasi pasukan khusus Meksiko yang berujung kematian bos kartel narkoba yang paling diburu, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes (59), ternyata menggunakan umpan wanita.

Pasukan pemerintah memastikan keberadaan El Mencho di Tapalpa, kawasan peristirahatan di pegunungan negara bagian Jalisco, berkat informasi akurat dari sang wanita dan seorang pria yang memandunya.

El Mencho adalah pemimpin dan pendiri Jalisco New Generation Cartel (CJNG), kartel kriminal paling kuat dan berbahaya di Meksiko.

El Mencho dilaporkan tewas dalam operasi yang digelar militer Meksiko, dengan back up penuh dari intelijen Amerika Serikat, pada Minggu (22/2/2026).

Pasukan pemerintah menyerbu benteng kartel El Mencho dan langsung dibalas tembakan dari senjata mesin berat. Baku tembak berujung pengejaran ke hutan.

El Mencho dilaporkan terluka namun menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju ibu kota Meksiko.

Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan dan pembakaran di sejumlah kota di Meksiko.

Bagaimana ceritanya El Mencho tumbang gara-gara wanita?

Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, mengungkapkan, intelijen mengidentifikasi seorang pria yang dekat dengan wanita yang merupakan kekasih El Mencho.

BACA JUGA: 
Resmi! 3 Tokoh Besar Italia Tumbang Sekaligus, Efek Gagal ke Piala Dunia 2026

Pria tersebut membawa sang wanita ke Tapalpa, tempat persembunyian El Mencho. Pasukan khusus mengikuti pria dan wanita itu dan membawa mereka ke resor yang menjadi lokasi kediaman sang gembong narkoba tersebut.

Menhan Trevilla mengatakan, setelah wanita tersebut meninggakkan resor, dan keberadaan El Mencho bisa dipastikan, pasukan militer bergerak masuk melakukan penyerbuan.

Empat anggota kartel tewas. Tiga lainnya luka kritis dan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit di Mexico City. Termasuk El Mencho.

Operasi terhadap El Mencho dan pasukannya tidak lahir dalam waktu yang pendek, melainkan operasi yang sudah dirancang lama dengan melibatkan banyak pihak, termasuk jaringan intelijen AS.

Satuan tugas gabungan Amerika Serikat yang baru dibentuk, US Joint Interagency Task Force-Counter Cartel, disebut turut menyediakan dukungan intelijen dalam operasi tersebut.

Pemerintah Meksiko menyimpan rapat identitas wanita tersebut, termasuk pria yang menemaninya masuk ke lokasi persembunyian E Mencho.

Siapa El Mencho

Nemesio Oseguera Cervantes lahir diAguililla, Michoacan, wilayah barat Meksiko.

BACA JUGA: 
Gattuso Bawa Harapan Baru! Italia Menang 2-0 dan Dekati Tiket Piala Dunia 2026

Sejak muda, ia sudah terlibat dalam kegiatan kriminal sepeti menanam dan menjual ganja.

El Mencho berimigrasi secara ilegal ke AS pada 1980-an dan mulai menjual narkotika di jalanan California.

Pada 1994, El Mencho ditangkap dan dihukum bersalah karena mendistribusikan heroin di Distrik Utara California. Setelah dipenjara tiga tahun, ia dideportasi kembali ke Meksiko.

El Mencho semakin tenggelam ke dalam dunia kriminal dengan bergabung ke Kartel Milenio, hingga kemudian mendirikan Jalisco New Generation Cartel (CJNG) pada 2007.

Kartel CJNG Meksiko menjadikan negara bagian Jalisco sebagai basisnya. Mereka dikenal kejam dan kerap beraksi bak militer.

CJNG bahkan pernah menembak jatuh helikopter tentara dengan peluncur roket saat operasi penangkapan El Mencho pada 2015.

Bagaimana Piala Dunia 2026?

Tewasnya El Mencho membangkitkan kemarahan kelompok kriminal di berbagai kota yang berujung kerusuhan dan pembakaran.

Kondisi mutakhir Meksiko itu memantik pertanyaan, bagaimana nasib Meksiko yang merupakan tuan rumah Piala Dunia 2026?

BACA JUGA: 
Bocah Bosnia Jadi Sorotan! Aksi Mencuri Contekan Donnarumma Viral Saat Adu Penalti

Meksiko menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Salah satu kota yang diguncang kerusuhan adalah Guadalajara, ibu kota Jalisco, yang merupakan kota tempat digelarnya pertandingan Piala Dunia.

Stadion Eastadio Akron, yang terletak di Zapopan, dekat Guadalajara menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026.*

SulawesiPos.com – Operasi pasukan khusus Meksiko yang berujung kematian bos kartel narkoba yang paling diburu, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes (59), ternyata menggunakan umpan wanita.

Pasukan pemerintah memastikan keberadaan El Mencho di Tapalpa, kawasan peristirahatan di pegunungan negara bagian Jalisco, berkat informasi akurat dari sang wanita dan seorang pria yang memandunya.

El Mencho adalah pemimpin dan pendiri Jalisco New Generation Cartel (CJNG), kartel kriminal paling kuat dan berbahaya di Meksiko.

El Mencho dilaporkan tewas dalam operasi yang digelar militer Meksiko, dengan back up penuh dari intelijen Amerika Serikat, pada Minggu (22/2/2026).

Pasukan pemerintah menyerbu benteng kartel El Mencho dan langsung dibalas tembakan dari senjata mesin berat. Baku tembak berujung pengejaran ke hutan.

El Mencho dilaporkan terluka namun menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju ibu kota Meksiko.

Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan dan pembakaran di sejumlah kota di Meksiko.

Bagaimana ceritanya El Mencho tumbang gara-gara wanita?

Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, mengungkapkan, intelijen mengidentifikasi seorang pria yang dekat dengan wanita yang merupakan kekasih El Mencho.

BACA JUGA: 
Arsenal Konfirmasi Mikel Merino Jalani Operasi Tulang Kaki, Absen Panjang hingga Akhir Musim 2025/2026

Pria tersebut membawa sang wanita ke Tapalpa, tempat persembunyian El Mencho. Pasukan khusus mengikuti pria dan wanita itu dan membawa mereka ke resor yang menjadi lokasi kediaman sang gembong narkoba tersebut.

Menhan Trevilla mengatakan, setelah wanita tersebut meninggakkan resor, dan keberadaan El Mencho bisa dipastikan, pasukan militer bergerak masuk melakukan penyerbuan.

Empat anggota kartel tewas. Tiga lainnya luka kritis dan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit di Mexico City. Termasuk El Mencho.

Operasi terhadap El Mencho dan pasukannya tidak lahir dalam waktu yang pendek, melainkan operasi yang sudah dirancang lama dengan melibatkan banyak pihak, termasuk jaringan intelijen AS.

Satuan tugas gabungan Amerika Serikat yang baru dibentuk, US Joint Interagency Task Force-Counter Cartel, disebut turut menyediakan dukungan intelijen dalam operasi tersebut.

Pemerintah Meksiko menyimpan rapat identitas wanita tersebut, termasuk pria yang menemaninya masuk ke lokasi persembunyian E Mencho.

Siapa El Mencho

Nemesio Oseguera Cervantes lahir diAguililla, Michoacan, wilayah barat Meksiko.

BACA JUGA: 
Zidane Segera Latih Prancis Usai Piala Dunia 2026? Era Baru Les Bleus di Depan Mata!

Sejak muda, ia sudah terlibat dalam kegiatan kriminal sepeti menanam dan menjual ganja.

El Mencho berimigrasi secara ilegal ke AS pada 1980-an dan mulai menjual narkotika di jalanan California.

Pada 1994, El Mencho ditangkap dan dihukum bersalah karena mendistribusikan heroin di Distrik Utara California. Setelah dipenjara tiga tahun, ia dideportasi kembali ke Meksiko.

El Mencho semakin tenggelam ke dalam dunia kriminal dengan bergabung ke Kartel Milenio, hingga kemudian mendirikan Jalisco New Generation Cartel (CJNG) pada 2007.

Kartel CJNG Meksiko menjadikan negara bagian Jalisco sebagai basisnya. Mereka dikenal kejam dan kerap beraksi bak militer.

CJNG bahkan pernah menembak jatuh helikopter tentara dengan peluncur roket saat operasi penangkapan El Mencho pada 2015.

Bagaimana Piala Dunia 2026?

Tewasnya El Mencho membangkitkan kemarahan kelompok kriminal di berbagai kota yang berujung kerusuhan dan pembakaran.

Kondisi mutakhir Meksiko itu memantik pertanyaan, bagaimana nasib Meksiko yang merupakan tuan rumah Piala Dunia 2026?

BACA JUGA: 
Irak Kalahkan Bolivia 2-1 di Playoff Antarbenua, Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026

Meksiko menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Salah satu kota yang diguncang kerusuhan adalah Guadalajara, ibu kota Jalisco, yang merupakan kota tempat digelarnya pertandingan Piala Dunia.

Stadion Eastadio Akron, yang terletak di Zapopan, dekat Guadalajara menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026.*

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru