Dalam kasus ini, Agus Fitrawan dinilai bertindak sesuai kewenangan jabatannya dan tidak terbukti menerima manfaat pribadi dari pencairan kredit. Dugaan pelanggaran SOP perbankan pun dianggap ranah disiplin internal, bukan tindak pidana.
“Putusan ini menegaskan bahwa tidak semua risiko bisnis dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Ini penting untuk menjaga kepastian hukum dalam pemberian kredit yang pruden dan operasional perbankan yang sesuai prinsip,” ujar Andi Emi Wulansari, penasihat hukum Agus Fitrawan dari Rudal & Partners Law Firm.
Jaksa Penuntut Umum menyatakan akan mempelajari putusan lengkap sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Dengan keputusan ini, Agus Fitrawan resmi bebas dari seluruh dakwaan yang sebelumnya menjeratnya.

