Karena itu, SulawesiPos.com hadir sebagai media yang mengawal akal sehat publik dengan mengedepankan kerja jurnalistik berbasis verifikasi, konteks, dan keberanian menyajikan data.
“Kami tidak ingin menjadi media yang menjual kemarahan, tetapi media yang memberi pencerahan dan membangun ruang percakapan yang sehat,” kata Sukriansyah.
Ia menambahkan, masyarakat Sulawesi dan Indonesia secara luas tidak boleh hanya menjadi penonton yang dipermainkan oleh narasi, melainkan warga yang memahami duduk perkara sebuah isu.
Namun demikian, Sukriansyah menegaskan bahwa idealisme jurnalistik harus dibarengi dengan keberlanjutan usaha agar media dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Idealisme tanpa keberlanjutan adalah niat baik yang cepat padam, sehingga SulawesiPos.com juga dibangun dengan fondasi profit-bisnis yang dikelola secara profesional,” ujarnya.

