25 C
Makassar
7 March 2026, 2:14 AM WITA

Lawara Jantung Pisang, Lauk Tradisional Bugis yang Gurih Asam dan Kaya Makna Budaya

Kuliner tradisional dari Sulawesi Selatan selalu menyimpan cerita menarik di balik rasanya, salah satunya adalah lawara jantung pisang, hidangan sederhana khas Suku Bugis yang dikenal dengan perpaduan rasa gurih dan sedikit asam.

Lawara merupakan makanan yang cukup populer di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Maros.

Hidangan ini biasanya disajikan sebagai lauk pelengkap nasi dan sering dipadukan dengan ikan kering atau lauk sederhana lainnya.

Secara etimologis, nama lawara berasal dari bahasa Makassar, yaitu dilawa yang berarti dihancurkan.

Istilah ini merujuk pada cara pengolahan bahan utamanya, yakni jantung pisang yang telah direbus kemudian diremas atau dihancurkan bersama bumbu seperti garam, perasan jeruk nipis, dan parutan kelapa sangrai.

Dari Hidangan Tradisi hingga Menu Sehari-hari

Sebelum menjadi lauk yang mudah ditemui dalam menu sehari-hari, lawara dulunya merupakan hidangan yang disajikan dalam berbagai acara adat masyarakat Bugis.

Makanan ini kerap hadir dalam perayaan seperti pesta pernikahan hingga ritual tradisional massuro ma’baca.

Tradisi massuro ma’baca berasal dari bahasa Bugis, di mana kata massuro berarti meminta atau memohon, sedangkan ma’baca berarti membaca.

Ritual ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan, sekaligus doa untuk keselamatan dan keberkahan.

Ritual tersebut juga sering digelar pada berbagai momen penting, seperti acara syukuran, pernikahan, hingga upacara kematian.

Bahkan dalam beberapa tradisi, kegiatan ini dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Seiring masuknya pengaruh Islam di Kerajaan Bone, doa-doa yang dibacakan dalam tradisi tersebut kemudian disesuaikan dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadits.

Kalimat-kalimat doa yang sebelumnya bersifat tradisional diganti dengan doa bernuansa Islami, tanpa menghilangkan makna syukur dan kebersamaan dalam ritual tersebut.

Resep Lawara Jantung Pisang

Jika ingin mencicipi kelezatan kuliner tradisional ini, lawara ternyata cukup mudah dibuat di rumah dengan bahan yang sederhana.

Bahan-bahan:

  • 1 biji jantung pisang
  • 1/2 biji kelapa mengkal, diparut
  • 1 biji jeruk purut
  • 1/2 biji air jeruk nipis
  • Garam atau penyedap rasa secukupnya

Bumbu halus:

  • 2 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 bungkus terasi
  • 2 buah cabai rawit (atau sesuai selera)

Cara membuat:

  1. Belah jantung pisang menjadi empat bagian, lalu rebus hingga matang dengan sedikit garam. Setelah matang, tiriskan dan biarkan agak dingin, kemudian iris tipis.
  2. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak. Masukkan kelapa parut, lalu sangrai sebentar agar kelapa tidak cepat basi.
  3. Campurkan jantung pisang yang telah diiris dengan kelapa sangrai. Tambahkan perasan jeruk nipis dan jeruk purut, lalu beri garam atau penyedap rasa. Aduk hingga merata.
  4. Lawara jantung pisang siap disajikan. Hidangan ini paling nikmat disantap bersama nasi hangat dan ikan kering, menghadirkan cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas.

Kuliner tradisional dari Sulawesi Selatan selalu menyimpan cerita menarik di balik rasanya, salah satunya adalah lawara jantung pisang, hidangan sederhana khas Suku Bugis yang dikenal dengan perpaduan rasa gurih dan sedikit asam.

Lawara merupakan makanan yang cukup populer di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Maros.

Hidangan ini biasanya disajikan sebagai lauk pelengkap nasi dan sering dipadukan dengan ikan kering atau lauk sederhana lainnya.

Secara etimologis, nama lawara berasal dari bahasa Makassar, yaitu dilawa yang berarti dihancurkan.

Istilah ini merujuk pada cara pengolahan bahan utamanya, yakni jantung pisang yang telah direbus kemudian diremas atau dihancurkan bersama bumbu seperti garam, perasan jeruk nipis, dan parutan kelapa sangrai.

Dari Hidangan Tradisi hingga Menu Sehari-hari

Sebelum menjadi lauk yang mudah ditemui dalam menu sehari-hari, lawara dulunya merupakan hidangan yang disajikan dalam berbagai acara adat masyarakat Bugis.

Makanan ini kerap hadir dalam perayaan seperti pesta pernikahan hingga ritual tradisional massuro ma’baca.

Tradisi massuro ma’baca berasal dari bahasa Bugis, di mana kata massuro berarti meminta atau memohon, sedangkan ma’baca berarti membaca.

Ritual ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan, sekaligus doa untuk keselamatan dan keberkahan.

Ritual tersebut juga sering digelar pada berbagai momen penting, seperti acara syukuran, pernikahan, hingga upacara kematian.

Bahkan dalam beberapa tradisi, kegiatan ini dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Seiring masuknya pengaruh Islam di Kerajaan Bone, doa-doa yang dibacakan dalam tradisi tersebut kemudian disesuaikan dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadits.

Kalimat-kalimat doa yang sebelumnya bersifat tradisional diganti dengan doa bernuansa Islami, tanpa menghilangkan makna syukur dan kebersamaan dalam ritual tersebut.

Resep Lawara Jantung Pisang

Jika ingin mencicipi kelezatan kuliner tradisional ini, lawara ternyata cukup mudah dibuat di rumah dengan bahan yang sederhana.

Bahan-bahan:

  • 1 biji jantung pisang
  • 1/2 biji kelapa mengkal, diparut
  • 1 biji jeruk purut
  • 1/2 biji air jeruk nipis
  • Garam atau penyedap rasa secukupnya

Bumbu halus:

  • 2 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 bungkus terasi
  • 2 buah cabai rawit (atau sesuai selera)

Cara membuat:

  1. Belah jantung pisang menjadi empat bagian, lalu rebus hingga matang dengan sedikit garam. Setelah matang, tiriskan dan biarkan agak dingin, kemudian iris tipis.
  2. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak. Masukkan kelapa parut, lalu sangrai sebentar agar kelapa tidak cepat basi.
  3. Campurkan jantung pisang yang telah diiris dengan kelapa sangrai. Tambahkan perasan jeruk nipis dan jeruk purut, lalu beri garam atau penyedap rasa. Aduk hingga merata.
  4. Lawara jantung pisang siap disajikan. Hidangan ini paling nikmat disantap bersama nasi hangat dan ikan kering, menghadirkan cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/