Overview
- Roko-Roko Cangkuning adalah kue tradisional Makassar berbentuk segitiga dengan isian kelapa parut dan gula merah.
- Kue ini memiliki makna budaya, melambangkan harapan atau cita-cita (pakminasa), dan biasanya hadir di pesta atau ritual adat.
- Selain sebagai suguhan acara, kue ini juga praktis dijadikan cemilan sehari-hari, termasuk bekal para petani di sawah.
SulawesiPos.com – Kalau kamu lagi ngobrolin kue tradisional Makassar, nggak lengkap rasanya kalau belum kenal roko-roko Cangkuning.
Kue ini punya bentuk unik, rasa manis gurih, dan sejarah budaya yang kuat. Selain enak, kue ini juga sarat symbol, makanya selalu hadir di momen penting masyarakat Sulawesi Selatan.
Bentuk dan Filosofi
Salah satu hal paling khas dari roko-roko Cangkuning adalah bentuknya yang menyerupai piramida atau segitiga runcing di atas.
Bentuk runcing ini bukan sekadar estetik, tapi punya makna filosofis dalam budaya Makassar.
Bagian atas yang runcing melambangkan harapan atau cita-cita, yang dalam bahasa lokal disebut pakminasa.
Beda dengan roko-roko unti yang biasanya diisi pisang, Cangkuning diisi parutan kelapa dan gula merah.
Kombinasi rasa manis dan gurih ini bikin kue tradisional ini gampang diterima semua kalangan, dari anak-anak sampai orang tua.
Bentuk Penyajian
Roko-roko Cangkuning biasanya muncul di perayaan adat, mulai dari pesta pernikahan, sunatan, hingga akikah.
Sebuah pesta di Sulsel sering terasa kurang lengkap jika kue ini tidak hadir. Biasanya kue disusun dalam bosarak, wadah tradisional khas Makassar.
Selain itu, kue ini juga punya sisi praktis. Dulu, para petani sering membawa roko-roko Cangkuning ke sawah sebagai bekal ringan saat istirahat.
Jadi, rasanya nggak cuma manis di lidah, tapi juga “manis” dalam kehidupan sehari-hari masyarakat lokal.
Bahan-Bahan Roko-Roko Cangkuning
Bahan 1 (lapisan labu):
- 400 gram labu kuning, kukus dan haluskan
- 230 gram tepung ketan putih
- ½ sdt garam
Bahan 2 (lapisan putih):
- 150 gram tepung beras
- 1 sdm tapioka
- 125 gram gula pasir
- ½ sdt garam
- ½ sdt vanili bubuk
- 300 ml air
- 1 lembar daun pandan
Bahan 3 (isian kelapa gula merah):
- 150 gram kelapa parut
- 180 gram gula merah aren + 200 ml air (didihkan lalu saring)
Cara Membuat Roko-Roko Cangkuning
- Buat isian:Masak kelapa parut dan gula merah aren sampai airnya habis, angkat, biarkan dingin, lalu bulatkan sebesar kelereng. Sisihkan.
- Buat lapisan labu:Campur labu kukus dengan tepung ketan sedikit demi sedikit sampai adonan kalis. Ambil 1 sdm adonan, beri isian di tengah, lalu bulatkan lagi. Ulangi sampai adonan habis.
- Buat lapisan putih:Campur bahan 2, masak dengan api kecil sambil terus diaduk menggunakan whisk hingga kental.
- Bungkus adonan:Ambil daun pisang, bentuk segitiga. Tuang sedikit adonan putih, lalu letakkan adonan labu berisi isian di tengah, tutup dengan adonan putih lagi, dan lipat daun membentuk segitiga.
- Kukus:Kukus kue selama 30 menit. Setelah matang, biarkan dingin sebelum disajikan.
Voila! Roko-roko Cangkuning siap disantap, lembut, manis, dan gurih.
Kenapa Harus Dicoba?
Selain enak, roko-roko Cangkuning punya nilai budaya yang kuat. Setiap gigitan mengingatkan kita pada tradisi, filosofi, dan sejarah masyarakat Makassar.
Cocok juga buat cemilan sore atau suguhan saat tamu datang, rasanya klasik tapi tetap bikin nagih.

