Perpaduan pahit, gurih, dan sedikit manis dari gula merah membuat kambu paria terasa kompleks namun seimbang di setiap kunyahan.
Tak heran jika makanan tradisional ini sering disebut sebagai contoh kecerdikan dapur Bugis dalam menaklukkan bahan yang dianggap sulit.
Kambu paria bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita panjang tentang tradisi, adaptasi, dan kecintaan masyarakat Sulawesi Selatan pada kuliner warisan leluhur.
Bagi pencinta kuliner Nusantara, mencicipi kambu paria adalah pengalaman yang membuktikan bahwa pahit pun bisa menjadi lezat bila diolah dengan rasa dan cerita.

