24 C
Makassar
3 February 2026, 8:03 AM WITA

Kaddo Minyak, Sajian Sakral dalam Hajatan Masyarakat Makassar

Tekstur ini melambangkan eratnya hubungan keluarga, persaudaraan, serta ikatan sosial dalam masyarakat Makassar. Kata “minyak” merujuk pada santan kental yang disiramkan hingga meresap, membuat nasi ketan tampak berlemak dan berkilau.

Warna kuning yang dihasilkan dari bubuk kunyit juga bukan tanpa makna. Kuning dipercaya sebagai simbol kemuliaan, kesejahteraan, dan harapan akan masa depan yang cerah.

Hidangan ini kemudian ditaburi bawang goreng dan ketumbar sangrai untuk memperkaya rasa sekaligus memperindah tampilan.

Sajian Wajib dalam Setiap Hajatan

Dalam berbagai hajatan adat, Kaddo Minyak biasanya disajikan dengan cara dibentuk menyerupai gunungan kecil di atas piring.

Di bagian dalam gunungan tersebut disisipkan beberapa potong ayam goreng yang tidak tampak dari luar, sementara di puncaknya ditancapkan sebutir telur kampung rebus.

Bentuk gunungan ini menyimbolkan harapan agar kehidupan selalu berada di puncak kebahagiaan.

Ayam dan telur di dalamnya melambangkan rezeki dan cikal bakal kehidupan yang diharapkan terus tumbuh dan terjaga.

Baca Juga: 
Nasu Palekko: Dari Peternak Sidrap ke Meja Kuliner Pinrang

Tekstur ini melambangkan eratnya hubungan keluarga, persaudaraan, serta ikatan sosial dalam masyarakat Makassar. Kata “minyak” merujuk pada santan kental yang disiramkan hingga meresap, membuat nasi ketan tampak berlemak dan berkilau.

Warna kuning yang dihasilkan dari bubuk kunyit juga bukan tanpa makna. Kuning dipercaya sebagai simbol kemuliaan, kesejahteraan, dan harapan akan masa depan yang cerah.

Hidangan ini kemudian ditaburi bawang goreng dan ketumbar sangrai untuk memperkaya rasa sekaligus memperindah tampilan.

Sajian Wajib dalam Setiap Hajatan

Dalam berbagai hajatan adat, Kaddo Minyak biasanya disajikan dengan cara dibentuk menyerupai gunungan kecil di atas piring.

Di bagian dalam gunungan tersebut disisipkan beberapa potong ayam goreng yang tidak tampak dari luar, sementara di puncaknya ditancapkan sebutir telur kampung rebus.

Bentuk gunungan ini menyimbolkan harapan agar kehidupan selalu berada di puncak kebahagiaan.

Ayam dan telur di dalamnya melambangkan rezeki dan cikal bakal kehidupan yang diharapkan terus tumbuh dan terjaga.

Baca Juga: 
Rahasia Membuat Tumbuk, Makanan Tradisional Bugis-Makassar

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/