24 C
Makassar
3 February 2026, 6:45 AM WITA

Bolu Peca Khas Bugis, Kue Tradisional Berendam Gula Aren yang Legit dan Lembut

Overview

  • Bolu peca adalah warisan kuliner Suku Bugis yang tetap lestari hingga sekarang.
  • Keunikannya terletak pada penyajian bolu yang direndam gula aren cair.
  • Tekstur lembut dan manis alami menjadikannya bagian dari tradisi kuliner Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Bolu peca merupakan kue tradisional khas Suku Bugis, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang hingga kini masih bertahan di tengah gempuran jajanan modern.

Sekilas bentuknya menyerupai bolu pada umumnya, namun cita rasa dan teknik penyajiannya membuat bolu peca memiliki karakter yang berbeda.

Kue ini dibuat dari perpaduan tepung beras ketan, tepung beras, dan telur, lalu dikukus hingga mengembang.

Setelah dipotong-potong, bolu tidak langsung disajikan, melainkan disiram bahkan direndam dengan cairan gula aren.

Proses inilah yang membuat tekstur bolu peca menjadi lembut, lembap, dan lumer saat disantap.

Dahulu, bolu peca identik dengan berbagai hajatan masyarakat Bugis, seperti pernikahan, tasmiyahan, dan acara adat lainnya.

Baca Juga: 
Mengenal Apang Bugis, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Mirip Apam

Overview

  • Bolu peca adalah warisan kuliner Suku Bugis yang tetap lestari hingga sekarang.
  • Keunikannya terletak pada penyajian bolu yang direndam gula aren cair.
  • Tekstur lembut dan manis alami menjadikannya bagian dari tradisi kuliner Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Bolu peca merupakan kue tradisional khas Suku Bugis, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang hingga kini masih bertahan di tengah gempuran jajanan modern.

Sekilas bentuknya menyerupai bolu pada umumnya, namun cita rasa dan teknik penyajiannya membuat bolu peca memiliki karakter yang berbeda.

Kue ini dibuat dari perpaduan tepung beras ketan, tepung beras, dan telur, lalu dikukus hingga mengembang.

Setelah dipotong-potong, bolu tidak langsung disajikan, melainkan disiram bahkan direndam dengan cairan gula aren.

Proses inilah yang membuat tekstur bolu peca menjadi lembut, lembap, dan lumer saat disantap.

Dahulu, bolu peca identik dengan berbagai hajatan masyarakat Bugis, seperti pernikahan, tasmiyahan, dan acara adat lainnya.

Baca Juga: 
Kue Katirisala, Sensasi Manis dan Gurih dalam Setiap Gigitan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/