24 C
Makassar
3 February 2026, 8:01 AM WITA

Rahasia Membuat Tumbuk, Makanan Tradisional Bugis-Makassar

Cara Bikin

  1. Masak santan bersama daun salam, sereh, dan garam hingga mengental.
  2. Cuci bersih beras ketan yang telah direndam semalam, lalu kukus hingga setengah matang.
  3. Angkat ketan setengah matang, masukkan ke dalam baskom, lalu tuangkan santan kental sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata dan adonan menjadi kalis.
  4. Kukus kembali adonan ketan selama 5–10 menit, lalu angkat dan siapkan untuk dibungkus.
  5. Cetak adonan ketan menjadi bulatan-bulatan kecil.
  6. Susun ketan dengan setiap lapisan diberi daun pisang, kemudian gulung dan bungkus rapat dengan daun pisang.
  7. Tekuk ujung daun pisang dan ikat dengan tali agar bungkus tidak terbuka.
  8. Rebus tumbuk selama ±10 jam. Jika air rebusan menyusut, tambahkan air secukupnya. Masak hingga ketan benar-benar matang dan padat.

Hasilnya adalah tekstur yang padat, legit, dan gurih dengan aroma daun pisang yang kuat, bikin nagih kalau disajikan hangat bersama lauk kuah atau sambal.

Kapan Tumbuk Dibuat?

Tumbuk punya peran penting dalam berbagai momen sosial:

  • Menjelang hari besar Islam: terutama Idulfitri dan Iduladha, tumbuk selalu masuk daftar hidangan yang wajib ada di rumah warga Bugis‑Makassar.
  • Perjalanan jauh: ketika anggota keluarga hendak pergi jauh, membuat tumbuk jadi doa simbolis agar perjalanan lancar dan aman.
  • Acara adat / kunjungan keluarga: hidangan ini sering disiapkan saat orang‑orang datang bertamu untuk menunjukkan keramahan tuan rumah.
Baca Juga: 
Bannang-Bannang, Kue Tradisional Sulsel yang Sarat Makna Pernikahan

Dalam bahasa Bugis, penyebutan tumbu’ juga kadang diucapkan sebagai legese, yang menurut beberapa pendapat lokal merujuk pada proses “ditumbuk” atau dipadatkan dalam bentuknya.

Cara Bikin

  1. Masak santan bersama daun salam, sereh, dan garam hingga mengental.
  2. Cuci bersih beras ketan yang telah direndam semalam, lalu kukus hingga setengah matang.
  3. Angkat ketan setengah matang, masukkan ke dalam baskom, lalu tuangkan santan kental sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata dan adonan menjadi kalis.
  4. Kukus kembali adonan ketan selama 5–10 menit, lalu angkat dan siapkan untuk dibungkus.
  5. Cetak adonan ketan menjadi bulatan-bulatan kecil.
  6. Susun ketan dengan setiap lapisan diberi daun pisang, kemudian gulung dan bungkus rapat dengan daun pisang.
  7. Tekuk ujung daun pisang dan ikat dengan tali agar bungkus tidak terbuka.
  8. Rebus tumbuk selama ±10 jam. Jika air rebusan menyusut, tambahkan air secukupnya. Masak hingga ketan benar-benar matang dan padat.

Hasilnya adalah tekstur yang padat, legit, dan gurih dengan aroma daun pisang yang kuat, bikin nagih kalau disajikan hangat bersama lauk kuah atau sambal.

Kapan Tumbuk Dibuat?

Tumbuk punya peran penting dalam berbagai momen sosial:

  • Menjelang hari besar Islam: terutama Idulfitri dan Iduladha, tumbuk selalu masuk daftar hidangan yang wajib ada di rumah warga Bugis‑Makassar.
  • Perjalanan jauh: ketika anggota keluarga hendak pergi jauh, membuat tumbuk jadi doa simbolis agar perjalanan lancar dan aman.
  • Acara adat / kunjungan keluarga: hidangan ini sering disiapkan saat orang‑orang datang bertamu untuk menunjukkan keramahan tuan rumah.
Baca Juga: 
Bannang-Bannang, Kue Tradisional Sulsel yang Sarat Makna Pernikahan

Dalam bahasa Bugis, penyebutan tumbu’ juga kadang diucapkan sebagai legese, yang menurut beberapa pendapat lokal merujuk pada proses “ditumbuk” atau dipadatkan dalam bentuknya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/