Categories: Kuliner

Cucuruk Bayao, Kue Manis Khas Makassar yang Selalu Hadir di Acara Adat

Overview

  • Cucuruk bayao merupakan penganan tradisional khas Makassar yang identik dengan acara adat.
  • Terbuat dari kuning telur dan kenari, dengan tekstur lembut serta rasa manis berair.
  • Biasanya disajikan pada pesta pernikahan dan perayaan adat Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan memiliki beragam kuliner tradisional yang lekat dengan tradisi dan upacara adat, salah satunya adalah cucuruk bayao, penganan khas masyarakat Makassar yang dikenal dengan rasa manis dan tekstur berair.

Dikutip dari buku Ensiklopedia Kuliner Sulawesi Selatan terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, cucuruk bayao hampir selalu hadir dalam berbagai acara adat.

Hidangan ini kerap menjadi pelengkap dalam pesta pernikahan maupun perayaan adat lainnya di Makassar.

Nama bayao sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti telur, merujuk pada bahan utama penganan ini, yakni kuning telur.

Kuning telur tersebut dicampur dengan kenari atau kelapa sangrai yang dihaluskan, kemudian dikukus hingga matang.

Setelah itu, kue direndam dalam air gula yang telah dimasak hingga meresap sempurna.

Ciri khas cucuruk bayao terletak pada teksturnya yang lembut, sedikit berair, serta rasa manis yang kuat, menjadikannya hidangan istimewa yang sarat makna kebersamaan dan tradisi.

Resep Cucuruk Bayao Tradisional

Bahan kue:

  • 5 butir kuning telur
  • 50 gram kenari
  • 1 sdm gula pasir
  • Setetes vanili cair
  • 2 tetes pewarna kuning telur
  • Bahan sirup gula:
  • 100 gram gula pasir
  • 200 ml air
  • 1 lembar daun pandan, simpulkan
  • Vanili secukupnya
  • Pewarna kuning (opsional)
  • Tetesan air jeruk nipis (opsional)

Cara membuat:

  1. Sangrai kenari sebentar, lalu blender kasar atau cincang halus.
  2. Pisahkan kuning dan putih telur, lalu mixer kuning telur bersama gula hingga mengembang, pucat, dan kental.
  3. Tambahkan vanili dan pewarna kuning, mixer hingga rata.
  4. Masukkan kenari cincang, aduk perlahan hingga tidak menggumpal.
  5. Panaskan cetakan di dalam kukusan tanpa dioles minyak, tuang adonan ke dalam cetakan.
  6. Kukus hingga matang, angkat, dan keluarkan dari cetakan.
  7. Untuk sirup, masak gula, air, daun pandan, dan vanili hingga mendidih.
  8. Masukkan kue ke dalam sirup gula, biarkan hingga mengembang dan sirup mengental.
  9. Angkat dan sajikan, bisa dinikmati langsung atau disimpan di lemari pendingin agar lebih segar.

Cucuruk bayao bukan sekadar hidangan penutup, melainkan simbol kekayaan kuliner dan tradisi masyarakat Makassar yang diwariskan secara turun-temurun hingga kini.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Cucuruk Bayao kuliner Makassar Kuliner Tradisional Makassar