27 C
Makassar
18 January 2026, 17:36 PM WITA

Cucuruk Bayao, Kue Manis Khas Makassar yang Selalu Hadir di Acara Adat

Overview

  • Cucuruk bayao merupakan penganan tradisional khas Makassar yang identik dengan acara adat.
  • Terbuat dari kuning telur dan kenari, dengan tekstur lembut serta rasa manis berair.
  • Biasanya disajikan pada pesta pernikahan dan perayaan adat Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan memiliki beragam kuliner tradisional yang lekat dengan tradisi dan upacara adat, salah satunya adalah cucuruk bayao, penganan khas masyarakat Makassar yang dikenal dengan rasa manis dan tekstur berair.

Dikutip dari buku Ensiklopedia Kuliner Sulawesi Selatan terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, cucuruk bayao hampir selalu hadir dalam berbagai acara adat.

Hidangan ini kerap menjadi pelengkap dalam pesta pernikahan maupun perayaan adat lainnya di Makassar.

Nama bayao sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti telur, merujuk pada bahan utama penganan ini, yakni kuning telur.

Kuning telur tersebut dicampur dengan kenari atau kelapa sangrai yang dihaluskan, kemudian dikukus hingga matang.

Setelah itu, kue direndam dalam air gula yang telah dimasak hingga meresap sempurna.

Baca Juga: 
Golla Tare’, Gulali Tarik Legendaris Bugis–Makassar yang Sarat Nilai Budaya

Overview

  • Cucuruk bayao merupakan penganan tradisional khas Makassar yang identik dengan acara adat.
  • Terbuat dari kuning telur dan kenari, dengan tekstur lembut serta rasa manis berair.
  • Biasanya disajikan pada pesta pernikahan dan perayaan adat Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan memiliki beragam kuliner tradisional yang lekat dengan tradisi dan upacara adat, salah satunya adalah cucuruk bayao, penganan khas masyarakat Makassar yang dikenal dengan rasa manis dan tekstur berair.

Dikutip dari buku Ensiklopedia Kuliner Sulawesi Selatan terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, cucuruk bayao hampir selalu hadir dalam berbagai acara adat.

Hidangan ini kerap menjadi pelengkap dalam pesta pernikahan maupun perayaan adat lainnya di Makassar.

Nama bayao sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti telur, merujuk pada bahan utama penganan ini, yakni kuning telur.

Kuning telur tersebut dicampur dengan kenari atau kelapa sangrai yang dihaluskan, kemudian dikukus hingga matang.

Setelah itu, kue direndam dalam air gula yang telah dimasak hingga meresap sempurna.

Baca Juga: 
Mengenal Kopi Unggulan Sulawesi Selatan dari Malino hingga Luwu

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/