Tana Toraja dikenal luas sebagai daerah dengan tradisi adat yang kuat, sekaligus memiliki beragam kuliner khas yang masih lestari hingga kini, salah satunya deppa tori.
Kue tradisional khas Sulawesi Selatan ini kerap menjadi incaran wisatawan karena rasanya yang khas serta mudah dijadikan oleh-oleh sepulang dari Toraja.
Deppa tori memiliki bentuk menyerupai jajaran genjang dengan ukuran seujung jari tangan, berwarna cokelat tua, dan dihiasi taburan wijen di permukaannya.
Cita rasa deppa tori dikenal gurih dan manis dengan tekstur renyah di bagian luar namun lembut saat digigit.
Kue Tradisional dengan Banyak Nama
Meski berasal dari Tana Toraja, kue ini dikenal dengan nama berbeda di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Di wilayah Enrekang dan Palopo, deppa tori lebih dikenal dengan sebutan kue te’tekan, sementara masyarakat Bugis menyebutnya cucuru.
Perbedaan nama tersebut tidak mengubah ciri khas utama deppa tori yang tetap mempertahankan rasa dan bentuk tradisionalnya.
Deppa tori banyak diproduksi oleh masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan atau dataran tinggi.
Kue ini dipercaya mampu menjaga stamina tubuh saat beraktivitas di udara dingin, sehingga beberapa pembuat menambahkan jahe sebagai campuran rempah.

