Diduga Sengaja Disebar Pelaku, Polisi Pastikan Foto Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Buatan AI

SulawesiPos.com – Polda Metro Jaya memastikan foto yang beredar luas di media sosial dan diklaim sebagai wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, adalah informasi palsu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menyatakan gambar tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, foto tersebut diduga sengaja disebarkan oleh pelaku atau pihak yang terkait dengan pelaku untuk mengaburkan proses penyidikan yang sedang berlangsung.

“Kami pastikan bahwa itu adalah hoax atau tidak benar. Karena, itu hasil rekayasa dari Artificial Intelligence. Kami duga itu adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh jaringan dan pelaku itu sendiri untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah, untuk mengaburkan fakta-fakta hukum yang diperoleh,” kata Iman, Senin (16/3/2026).

Iman menjelaskan, para pelaku diduga mulai panik setelah rekaman video dari lokasi kejadian perkara (TKP) penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus beredar luas di masyarakat.

Baca Juga: 
Kasus Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Dijadwalkan Diperiksa Hari Ini

Dalam video tersebut terlihat jelas detik-detik teror terhadap korban.

“Dalam beberapa waktu belakangan, kita sempat disajikan beredarnya video TKP yang membuat para pelaku itu seolah-olah terpublikasi. Dengan beredarnya video TKP itu, sebenarnya para pelaku mulai terlihat panik,” ujar Iman.

Karena itu, polisi menduga penyebaran foto rekayasa AI merupakan bagian dari upaya untuk mengalihkan perhatian publik sekaligus mengaburkan fakta penyidikan.

Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa terdapat empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Keempat orang tersebut diduga telah mengikuti pergerakan korban selama beberapa jam sebelum serangan terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis malam (12/3/2026).

Para pelaku menggunakan dua sepeda motor dan sempat menunggu korban di depan sebuah restoran cepat saji di kawasan Cikini sebelum mengikuti perjalanan Andrie menuju kawasan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah YLBHI,” ujar Iman.

Baca Juga: 
Direktur Amnesty Usman Hamid Beberkan Serangan terhadap Andrie Yunus Bukan Kali Pertama

Rekaman CCTV juga menunjukkan para pelaku sempat berada di SPBU Cikini saat korban mengisi bahan bakar sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB sebelum kejadian penyiraman terjadi pada pukul 23.37 WIB di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang.

Polda Metro Jaya meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan resmi dari aparat penegak hukum.

Iman juga menegaskan bahwa proses penyidikan terhadap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus akan terus dilanjutkan hingga pelaku ditangkap.

Ia menyebut pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar kasus tersebut dituntaskan.

SulawesiPos.com – Polda Metro Jaya memastikan foto yang beredar luas di media sosial dan diklaim sebagai wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, adalah informasi palsu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menyatakan gambar tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, foto tersebut diduga sengaja disebarkan oleh pelaku atau pihak yang terkait dengan pelaku untuk mengaburkan proses penyidikan yang sedang berlangsung.

“Kami pastikan bahwa itu adalah hoax atau tidak benar. Karena, itu hasil rekayasa dari Artificial Intelligence. Kami duga itu adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh jaringan dan pelaku itu sendiri untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah, untuk mengaburkan fakta-fakta hukum yang diperoleh,” kata Iman, Senin (16/3/2026).

Iman menjelaskan, para pelaku diduga mulai panik setelah rekaman video dari lokasi kejadian perkara (TKP) penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus beredar luas di masyarakat.

Baca Juga: 
Polda Metro Jaya Resmi Hentikan Penyelidikan Kematian Arya Daru

Dalam video tersebut terlihat jelas detik-detik teror terhadap korban.

“Dalam beberapa waktu belakangan, kita sempat disajikan beredarnya video TKP yang membuat para pelaku itu seolah-olah terpublikasi. Dengan beredarnya video TKP itu, sebenarnya para pelaku mulai terlihat panik,” ujar Iman.

Karena itu, polisi menduga penyebaran foto rekayasa AI merupakan bagian dari upaya untuk mengalihkan perhatian publik sekaligus mengaburkan fakta penyidikan.

Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa terdapat empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Keempat orang tersebut diduga telah mengikuti pergerakan korban selama beberapa jam sebelum serangan terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis malam (12/3/2026).

Para pelaku menggunakan dua sepeda motor dan sempat menunggu korban di depan sebuah restoran cepat saji di kawasan Cikini sebelum mengikuti perjalanan Andrie menuju kawasan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah YLBHI,” ujar Iman.

Baca Juga: 
Stafsus Wapres: Pemerintah Akan Usut Tuntas Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

Rekaman CCTV juga menunjukkan para pelaku sempat berada di SPBU Cikini saat korban mengisi bahan bakar sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB sebelum kejadian penyiraman terjadi pada pukul 23.37 WIB di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang.

Polda Metro Jaya meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan resmi dari aparat penegak hukum.

Iman juga menegaskan bahwa proses penyidikan terhadap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus akan terus dilanjutkan hingga pelaku ditangkap.

Ia menyebut pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar kasus tersebut dituntaskan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru