BI Diminta Tetap Waspada
Rahma menilai kondisi rupiah saat ini membuat Bank Indonesia perlu tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneter.
“Tekanan nilai tukar ini akan memaksa Bank Indonesia untuk tetap mempertahankan sikap kebijakan moneter yang hati-hati dan cenderung ketat (hawkish) guna menjaga stabilitas eksternal, mengendalikan aliran modal asing, serta meredam rambatan inflasi domestik,” kata Rahma dikutip dari Kontan, Rabu (9/9/2026).
Untuk sisa tahun 2026, rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan volatilitas. Faktor eksternal akan menjadi salah satu penentu utama arah pergerakan mata uang Garuda.
Rahma memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.250 hingga Rp17.900 per dolar AS hingga akhir tahun.
“Pandangan saya memperkirakan ruang gerak rupiah di paruh kedua tahun ini masih akan menghadapi tekanan volatil yang cukup ketat akibat sentimen eksternal,” tutup Rahma.

