Minat Investor Tembus Rp51 Triliun, Lelang Surat utang Negara Serap Rp30,3 Triliun

SulawesiPos.com – Pemerintah menyerap dana sebesar Rp30,3 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 12 Mei 2026.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp51,39 triliun.

Tingginya penawaran tersebut mencerminkan minat investor yang masih kuat terhadap instrumen surat utang pemerintah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Serapan terbesar berasal dari seri FR0106 (reopening/pembukaan kembali) dengan nominal dimenangkan sebesar Rp4,45 triliun dari total penawaran masuk Rp4,89 triliun.

Seri tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,83981 persen dengan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.

Sementara itu, seri FR0107 juga mencatatkan penyerapan tinggi dengan nominal dimenangkan Rp4,4 triliun dari penawaran masuk Rp5,18 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang untuk seri FR0107 tercatat sebesar 6,82996 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Pemerintah Raup Dana dari SUN Jangka Panjang

Pemerintah juga menyerap Rp4,3 triliun dari seri FR0102 yang menerima penawaran masuk Rp4,72 triliun.

Seri tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,91932 persen dengan tenor jatuh tempo hingga 15 Juli 2054.

Selanjutnya, seri FR0108 dimenangkan sebesar Rp4,2 triliun dari total penawaran masuk Rp7,48 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang seri FR0108 tercatat sebesar 6,72993 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.

Untuk seri SPN01260617 yang merupakan penerbitan baru, pemerintah memenangkan nominal Rp3,85 triliun dari penawaran masuk Rp4,19 triliun.

Instrumen tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 5,25 persen dengan jatuh tempo 17 Juni 2026.

Adapun seri FR0109 mencatatkan salah satu penawaran terbesar dengan total incoming bid mencapai Rp14,98 triliun.

Namun, pemerintah hanya memenangkan Rp3,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,67889 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2031.

Pemerintah Menang di Seluruh Seri yang Ditawarkan

Selain seri-seri utama, pemerintah juga menyerap Rp3,1 triliun dari seri FR0105 yang memiliki tenor panjang hingga 15 Juli 2064.

Seri tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,92980 persen.

Kemudian, seri SPN12260813 hampir terserap penuh sebesar Rp1,65 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,9 persen dan jatuh tempo 13 Agustus 2026.

Sementara itu, seri SPN12270517 berhasil dimenangkan sebesar Rp1 triliun dari penawaran masuk Rp4,26 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,15 persen dan jatuh tempo 17 Mei 2027.

SulawesiPos.com – Pemerintah menyerap dana sebesar Rp30,3 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 12 Mei 2026.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp51,39 triliun.

Tingginya penawaran tersebut mencerminkan minat investor yang masih kuat terhadap instrumen surat utang pemerintah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Serapan terbesar berasal dari seri FR0106 (reopening/pembukaan kembali) dengan nominal dimenangkan sebesar Rp4,45 triliun dari total penawaran masuk Rp4,89 triliun.

Seri tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,83981 persen dengan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.

Sementara itu, seri FR0107 juga mencatatkan penyerapan tinggi dengan nominal dimenangkan Rp4,4 triliun dari penawaran masuk Rp5,18 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang untuk seri FR0107 tercatat sebesar 6,82996 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Pemerintah Raup Dana dari SUN Jangka Panjang

Pemerintah juga menyerap Rp4,3 triliun dari seri FR0102 yang menerima penawaran masuk Rp4,72 triliun.

Seri tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,91932 persen dengan tenor jatuh tempo hingga 15 Juli 2054.

Selanjutnya, seri FR0108 dimenangkan sebesar Rp4,2 triliun dari total penawaran masuk Rp7,48 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang seri FR0108 tercatat sebesar 6,72993 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.

Untuk seri SPN01260617 yang merupakan penerbitan baru, pemerintah memenangkan nominal Rp3,85 triliun dari penawaran masuk Rp4,19 triliun.

Instrumen tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 5,25 persen dengan jatuh tempo 17 Juni 2026.

Adapun seri FR0109 mencatatkan salah satu penawaran terbesar dengan total incoming bid mencapai Rp14,98 triliun.

Namun, pemerintah hanya memenangkan Rp3,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,67889 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2031.

Pemerintah Menang di Seluruh Seri yang Ditawarkan

Selain seri-seri utama, pemerintah juga menyerap Rp3,1 triliun dari seri FR0105 yang memiliki tenor panjang hingga 15 Juli 2064.

Seri tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,92980 persen.

Kemudian, seri SPN12260813 hampir terserap penuh sebesar Rp1,65 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,9 persen dan jatuh tempo 13 Agustus 2026.

Sementara itu, seri SPN12270517 berhasil dimenangkan sebesar Rp1 triliun dari penawaran masuk Rp4,26 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,15 persen dan jatuh tempo 17 Mei 2027.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru