Rupiah Hampir Sentuh Rp17 Ribu, Menkeu Sebut Faktor Fundamental Masih Kuat

Overview

  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah dipicu sentimen pasar sementara, sementara fundamental ekonomi nasional dinilai masih kuat.
  • Penguatan IHSG hingga rekor tertinggi disebut mencerminkan masuknya dana asing yang berpotensi menopang nilai tukar rupiah.
  • Pemerintah menyiapkan langkah menjaga likuiditas, mempercepat belanja negara, dan memperbaiki iklim investasi demi target pertumbuhan 6 persen.

SulawesiPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat.

Ia menilai pergerakan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi faktor fundamental ekonomi dan sentimen pasar yang bersifat sementara.

Menurut Purbaya, nilai tukar rupiah pada dasarnya akan mengikuti kondisi fundamental perekonomian nasional.

Ia menegaskan indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja positif, salah satunya tercermin dari penguatan pasar saham.

“Ya, rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat IHSG kan, berapa sekarang? 9.133, all time high,” kata Purbaya usai rapat tertutup bersama Komisi XI DPR RI, Senin (19/1).

BACA JUGA: 
Rupiah Sentuh Titik Terlemah, HSBC Prediksi Tembus Rp17.000 per Dolar AS pada Akhir 2026

Purbaya menjelaskan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa menjadi sinyal masuknya arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Overview

  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah dipicu sentimen pasar sementara, sementara fundamental ekonomi nasional dinilai masih kuat.
  • Penguatan IHSG hingga rekor tertinggi disebut mencerminkan masuknya dana asing yang berpotensi menopang nilai tukar rupiah.
  • Pemerintah menyiapkan langkah menjaga likuiditas, mempercepat belanja negara, dan memperbaiki iklim investasi demi target pertumbuhan 6 persen.

SulawesiPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat.

Ia menilai pergerakan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi faktor fundamental ekonomi dan sentimen pasar yang bersifat sementara.

Menurut Purbaya, nilai tukar rupiah pada dasarnya akan mengikuti kondisi fundamental perekonomian nasional.

Ia menegaskan indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja positif, salah satunya tercermin dari penguatan pasar saham.

“Ya, rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat IHSG kan, berapa sekarang? 9.133, all time high,” kata Purbaya usai rapat tertutup bersama Komisi XI DPR RI, Senin (19/1).

BACA JUGA: 
Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Menguat Dalam Dua Pekan

Purbaya menjelaskan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa menjadi sinyal masuknya arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru