24 C
Makassar
3 February 2026, 6:52 AM WITA

Rupiah Hampir Sentuh Rp17 Ribu, Menkeu Sebut Faktor Fundamental Masih Kuat

Kedua, pemerintah akan mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pertama kita pastikan likuiditas sistem finansial cukup baik dan keuangan sudah setuju untuk menjaga itu bersama. Kedua, saya pastikan program-program belanja pemerintah dibelanjain cepat di awal tahun ini,” ucap Purbaya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan iklim investasi dengan menyelesaikan berbagai hambatan regulasi.

Dengan strategi tersebut, Purbaya menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun ini masih realistis untuk dicapai, meskipun dampak stimulus ekonomi tidak dapat dirasakan secara instan.

“Semuanya kita jalankan, 6 persen nggak terlalu sulit. Tahun ini 6 persen bisa karena ekonomi itu responnya cenderung agak lambat terhadap stimulus, pulih berapa bulan. Kalau saya inject sekarang, ke sistem mungkin 4 bulan baru kelihatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp16.955 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (19/1) sore.

Mata uang Garuda tercatat turun 68 poin atau sekitar 0,40 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Baca Juga: 
Mengapa Saham Amerika Serikat Mulai Kehilangan Daya Tariknya di Panggung Global?

Kedua, pemerintah akan mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pertama kita pastikan likuiditas sistem finansial cukup baik dan keuangan sudah setuju untuk menjaga itu bersama. Kedua, saya pastikan program-program belanja pemerintah dibelanjain cepat di awal tahun ini,” ucap Purbaya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan iklim investasi dengan menyelesaikan berbagai hambatan regulasi.

Dengan strategi tersebut, Purbaya menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun ini masih realistis untuk dicapai, meskipun dampak stimulus ekonomi tidak dapat dirasakan secara instan.

“Semuanya kita jalankan, 6 persen nggak terlalu sulit. Tahun ini 6 persen bisa karena ekonomi itu responnya cenderung agak lambat terhadap stimulus, pulih berapa bulan. Kalau saya inject sekarang, ke sistem mungkin 4 bulan baru kelihatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp16.955 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (19/1) sore.

Mata uang Garuda tercatat turun 68 poin atau sekitar 0,40 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Baca Juga: 
IHSG Kembali Pecahkan Rekor ATH di Level 8.933

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/