Aliran dana tersebut diyakini akan memperkuat pasokan valuta asing dan menopang nilai tukar rupiah dalam waktu ke depan.
“Begini kalau indeks naik itu, pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan? Nggak mungkin domestik sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang seperti itu, jadi tinggal tunggu waktu aja rupiahnya menguat juga karena suplai dolar akan bertambah,” ujarnya.
Spekulasi Pelemahan Rupiah
Selain faktor pasar, Purbaya juga menyinggung munculnya spekulasi yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan isu independensi Bank Indonesia.
Spekulasi tersebut mencuat seiring pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, yang diketahui merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana (BI). Wow, orang spekulasi dia (BI) independensinya akan hilang, saya pikir nggak akan begitu,” jelasnya.
Purbaya optimistis sentimen negatif tersebut bersifat sementara dan akan mereda seiring terjaganya kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal.
Pemerintah, kata dia, saat ini memprioritaskan upaya menjaga stabilitas serta likuiditas sistem keuangan nasional.
Ia mengungkapkan terdapat tiga langkah utama yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri.
Langkah pertama adalah memastikan likuiditas sistem keuangan tetap terjaga melalui koordinasi lintas lembaga.

