Meski tidak melonjak tajam dibanding tiga tahun sebelumnya, konsistensi pertumbuhan ini dinilai penting karena terjadi saat banyak negara menghadapi tekanan ekonomi global.
Indonesia Ungguli Sejumlah Negara Asia
Dalam laporan yang sama, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan China akan melambat dari 4,9 persen pada 2025 menjadi 4,4 persen di 2026 dan 4,2 persen pada 2027. Malaysia diperkirakan stagnan di kisaran 4,1 persen pada 2026, lalu turun ke 4 persen pada 2027.
Thailand bahkan diprediksi hanya tumbuh 1,8 persen pada 2026 setelah melemah pada 2025, sebelum perlahan pulih di 2027. Laos dan Kamboja juga masih menghadapi tekanan pertumbuhan pada 2026, meski mulai membaik setahun berikutnya.
Kondisi ini membuat posisi Indonesia terlihat lebih solid dibanding banyak negara Asia, terutama dalam menjaga kestabilan ekonomi jangka menengah.
Persaingan Regional Masih Ketat
Meski unggul dari banyak negara, Indonesia masih menghadapi persaingan ketat di kawasan. Filipina diperkirakan tumbuh lebih cepat dengan laju 5,3 persen pada 2026 dan 5,4 persen pada 2027.
“Di Filipina, reformasi struktural yang direncanakan kemungkinan akan meningkatkan investasi dan produktivitas,” tulis Bank Dunia.
Vietnam juga diprediksi tetap mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibanding Indonesia pada 2026, meski turun dari 7,2 persen menjadi 6,3 persen. Ekonominya diperkirakan kembali menguat pada 2027 seiring pemulihan perdagangan global.

