27 C
Makassar
18 January 2026, 17:42 PM WITA

Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Menguat Dalam Dua Pekan

Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026), rupiah tercatat berada di level Rp16.877 per dollar AS atau melemah 0,13 persen secara harian.

Meski demikian, pemerintah menilai pelemahan tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang rapuh.

Purbaya menjelaskan, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang sehat.

Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 tercatat sekitar 5,45 persen, dan pemerintah menargetkan laju pertumbuhan dapat terus didorong mendekati 6 persen pada periode mendatang.

“Triwulan tahun-tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kita akan dorong ke arah sana,” kata Purbaya.

Ia menegaskan, meningkatnya kepercayaan investor akan berdampak langsung pada arus masuk dana asing (capital inflow), yang pada akhirnya menopang stabilitas dan penguatan nilai tukar rupiah.

Indikasi tersebut, menurut Purbaya, sudah mulai terlihat dari kembali masuknya dana asing ke pasar keuangan domestik.

Lebih lanjut, Purbaya meminta pelaku pasar dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi nilai tukar.

“Enggak ada alasan orang takut untuk convert ke rupiah, asing juga sudah masuk, Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” beber Purbaya.

Baca Juga: 
Perdagangan Saham Kembali Dibuka, IHSG Menguat 0,34 Persen ke 8.676 Awal 2026

Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026), rupiah tercatat berada di level Rp16.877 per dollar AS atau melemah 0,13 persen secara harian.

Meski demikian, pemerintah menilai pelemahan tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang rapuh.

Purbaya menjelaskan, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang sehat.

Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 tercatat sekitar 5,45 persen, dan pemerintah menargetkan laju pertumbuhan dapat terus didorong mendekati 6 persen pada periode mendatang.

“Triwulan tahun-tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kita akan dorong ke arah sana,” kata Purbaya.

Ia menegaskan, meningkatnya kepercayaan investor akan berdampak langsung pada arus masuk dana asing (capital inflow), yang pada akhirnya menopang stabilitas dan penguatan nilai tukar rupiah.

Indikasi tersebut, menurut Purbaya, sudah mulai terlihat dari kembali masuknya dana asing ke pasar keuangan domestik.

Lebih lanjut, Purbaya meminta pelaku pasar dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi nilai tukar.

“Enggak ada alasan orang takut untuk convert ke rupiah, asing juga sudah masuk, Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” beber Purbaya.

Baca Juga: 
IHSG Menguat, OJK Optimis Sentimen Positif Bagi Investasi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/