Publik datang dengan harapan Indonesia bisa menjaga peluang juara, tetapi pertandingan terakhir justru menutup perjalanan lebih cepat dan memunculkan luapan kekecewaan secara langsung di stadion.
Pernyataan Arya pada 10 Juli 2026 Kembali Disorot
Di saat suasana evaluasi menguat setelah kegagalan di Singapura, pernyataan Arya Sinulingga yang disampaikan di kawasan Kemenpora pada Jumat, 10 Juli 2026, kembali ikut disorot.
Saat itu Arya menanggapi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masa depan Timnas Indonesia dan menilai target menuju Piala Dunia 2030 membutuhkan sokongan anggaran yang kuat dari pemerintah.
Arya mengatakan Presiden selama ini sudah memberi dukungan besar, termasuk dalam urusan naturalisasi.
”Pak Prabowo jelas ya, kalau untuk hal lain naturalisasi dan sebagainya beliau sangat support. Dan sekarang beliau lihat butuh pendanaan, beliau juga support. Mudah-mudahan 2030 kita ke sana (lolos Piala Dunia),” kata Arya.
Menurut dia, kebutuhan berikutnya adalah penguatan pendanaan agar proyek sepak bola nasional tidak berhenti pada dorongan politik dan simbolik semata.
Dalam pernyataannya, Arya menegaskan Menkeu “perlu support sepakbola Indonesia dari APBN.”
“Kan jelas ya Pak Prabowo cari Pak Ketum Pak Erick, dan mencari juga Menkeu. Berarti beliau tahu juga bahwa Menkeu Pak Purbaya perlu support sepakbola Indonesia dari APBN,” ujar Arya
Ia juga menyebut target menuju Piala Dunia 2030 harus dibaca sebagai proyek bertahap yang menuntut kesinambungan pembinaan.
Karena itu, sorotan terhadap suasana panas di Jalan Besar dan komentar Arya sebenarnya bertemu di satu titik yang sama: tekanan publik terhadap Timnas kini bukan cuma soal satu pertandingan, tetapi juga soal seberapa jelas peta jalan PSSI untuk membawa Garuda ke level yang lebih tinggi.
”Ya wajar, semua negara juga pasti ingin ke sana. Kemarin kita sudah berjuang, capaian kita tertinggi sepanjang sejarah kita main bola. Artinya tahapan berikutnya mudah-mudahan bisa lebih dari yang lalu,” tutup Arya.
Sejauh ini, dua peristiwa itu memperlihatkan wajah ganda sepak bola Indonesia dalam pekan yang sama.
Di satu sisi ada kekecewaan spontan suporter setelah hasil 1-1 di Singapura pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Di sisi lain ada penegasan dari PSSI, lewat pernyataan 10 Juli 2026 yang kembali relevan, bahwa ambisi menembus Piala Dunia 2030 membutuhkan dukungan negara, pendanaan, dan program jangka panjang yang lebih rapi.

