Sementara itu, Indonesia telah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan sehingga berada dalam posisi lebih menguntungkan menjelang pertemuan kedua tim.
Situasi itu membuat laga di Stadion Pakansari menjadi salah satu pertandingan paling menentukan di Grup A.
Kekalahan berpotensi membuat peluang Vietnam lolos ke semifinal semakin berat, sedangkan kemenangan akan membuka jalan bagi juara bertahan untuk kembali bersaing di papan atas klasemen.
Kim Sang-sik Percaya Lini Pertahanan Vietnam
Menjelang laga, Kim juga menepis anggapan bahwa lini pertahanan Vietnam menjadi titik lemah setelah dua pertandingan awal turnamen.
Menurutnya, organisasi bertahan merupakan tanggung jawab seluruh pemain, bukan hanya bek.
“Vietnam belum kebobolan dalam dua pertandingan awal kami, jadi para pemain bertahan juga punya kepercayaan diri. Bertahan bukan tanggung jawab satu pemain saja. Seluruh unit pertahanan harus tetap rapat dan bekerja bersama,” kata Kim.
Pelatih berusia 49 tahun itu berharap para pemainnya mampu menjaga disiplin permainan sekaligus menunjukkan mental yang kuat saat menghadapi tekanan dari tuan rumah dan pendukung Indonesia.
Dengan kondisi klasemen yang masih ketat, duel Indonesia kontra Vietnam diprediksi berlangsung sengit.
Bagi Vietnam, pertandingan ini bukan sekadar laga fase grup, tetapi juga kesempatan untuk menjaga asa mempertahankan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026.

