24 C
Makassar
6 February 2026, 8:38 AM WITA

Menikmati Kue Pelita, Kue Tradisional dalam Wadah Perahu Daun Pandan

Overview

  • Kue pelita merupakan kue basah tradisional berbahan tepung beras dan santan yang disajikan dalam wadah perahu dari daun pandan.
  • Kue ini memiliki dua lapisan khas, hijau dan putih, dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang lembut.
  • Kue pelita dulunya dikenal sebagai sajian kerajaan dan kini masih eksis sebagai jajanan tradisional yang dinikmati berbagai kalangan.

SulawesiPos.com – Di antara banyaknya kue tradisional Nusantara, kue pelita punya tempat spesial di hati pecinta jajanan basah.

Teksturnya lembut, rasanya gurih-manis, dan aromanya khas santan yang bikin susah nolak. Apalagi kalau disantap dalam kondisi dingin, sekali suap, rasanya langsung nagih.

Kue pelita dikenal sebagai kue basah berbahan dasar tepung beras dan santan, dua bahan sederhana yang justru jadi kekuatan utama cita rasanya.

Dulu, kue ini bukan sembarang sajian. Konon, kue pelita pernah menjadi hidangan khusus di lingkungan kerajaan, disajikan pada momen-momen penting.

Seiring waktu, kue ini makin membumi dan kini bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

Baca Juga: 
Menikmati Putu Cangkir, Kue Khas Makassar Berbentuk Unik dan Kaya Cita Rasa

Ciri Khas

Salah satu hal yang paling gampang dikenali dari kue pelita adalah dua lapisannya. Bagian bawah biasanya berwarna hijau, berasal dari campuran pandan, dengan rasa manis yang lembut.

Di atasnya ada lapisan putih dari santan kental yang gurih dan sedikit asin. Perpaduan dua rasa ini menciptakan keseimbangan yang pas di lidah.

Kue pelita juga identik dengan wadah daun pandan yang dibentuk menyerupai perahu kecil. Selain ramah lingkungan, daun pandan memberi aroma wangi alami yang bikin kue ini makin menggoda.

Sampai sekarang, penggunaan daun pandan masih dipertahankan karena jadi ciri tradisional yang nggak tergantikan.

Sajian Tradisi hingga Cemilan

Meski termasuk kue tradisional, kue pelita tetap relevan sampai sekarang. Kue ini sering hadir di acara adat, hajatan, pengajian, hingga jadi menu takjil saat bulan Ramadhan.

Overview

  • Kue pelita merupakan kue basah tradisional berbahan tepung beras dan santan yang disajikan dalam wadah perahu dari daun pandan.
  • Kue ini memiliki dua lapisan khas, hijau dan putih, dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang lembut.
  • Kue pelita dulunya dikenal sebagai sajian kerajaan dan kini masih eksis sebagai jajanan tradisional yang dinikmati berbagai kalangan.

SulawesiPos.com – Di antara banyaknya kue tradisional Nusantara, kue pelita punya tempat spesial di hati pecinta jajanan basah.

Teksturnya lembut, rasanya gurih-manis, dan aromanya khas santan yang bikin susah nolak. Apalagi kalau disantap dalam kondisi dingin, sekali suap, rasanya langsung nagih.

Kue pelita dikenal sebagai kue basah berbahan dasar tepung beras dan santan, dua bahan sederhana yang justru jadi kekuatan utama cita rasanya.

Dulu, kue ini bukan sembarang sajian. Konon, kue pelita pernah menjadi hidangan khusus di lingkungan kerajaan, disajikan pada momen-momen penting.

Seiring waktu, kue ini makin membumi dan kini bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

Baca Juga: 
Bajabuk, Abon Ikan Khas Bugis-Makassar yang Pernah Jadi Bekal Wajib Jamaah Haji

Ciri Khas

Salah satu hal yang paling gampang dikenali dari kue pelita adalah dua lapisannya. Bagian bawah biasanya berwarna hijau, berasal dari campuran pandan, dengan rasa manis yang lembut.

Di atasnya ada lapisan putih dari santan kental yang gurih dan sedikit asin. Perpaduan dua rasa ini menciptakan keseimbangan yang pas di lidah.

Kue pelita juga identik dengan wadah daun pandan yang dibentuk menyerupai perahu kecil. Selain ramah lingkungan, daun pandan memberi aroma wangi alami yang bikin kue ini makin menggoda.

Sampai sekarang, penggunaan daun pandan masih dipertahankan karena jadi ciri tradisional yang nggak tergantikan.

Sajian Tradisi hingga Cemilan

Meski termasuk kue tradisional, kue pelita tetap relevan sampai sekarang. Kue ini sering hadir di acara adat, hajatan, pengajian, hingga jadi menu takjil saat bulan Ramadhan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/