24 C
Makassar
3 February 2026, 5:08 AM WITA

Kelangkaan BBM di Luwu Timur, Pembelian Dibatasi Roda Dua Rp50.000 dan Roda Empat Rp200.000

Overview

  • Kelangkaan BBM melanda Luwu Timur setelah aksi unjuk rasa memblokir akses ke wilayah Luwu, menyebabkan antrean panjang kendaraan di SPBU.
  • Pembelian BBM dibatasi: roda dua maksimal Rp50.000, roda empat maksimal Rp200.000 per pengisian, sambil menunggu distribusi truk tangki selanjutnya.
  • Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Forkopimda terus memantau dan berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap lancar serta menjaga situasi kondusif.

SulawesiPos.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda Kabupaten Luwu Timur setelah akses menuju wilayah Luwu, Sulawesi Selatan, terganggu akibat aksi unjuk rasa menuntut pembentukan provinsi baru. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular di sejumlah SPBU.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Puspawati Husler, Kapolres AKBP Ario Putranto, dan jajaran Kodim 1403/Palopo, meninjau langsung SPBU di Desa Puncak Indah dan Desa Ussu, Kecamatan Malili, Rabu (28/1/2026).

“Semoga kondisi ini cepat teratasi sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.

Irwan menjelaskan peninjauan dilakukan sebagai respons atas kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa wilayah Luwu Timur dan berharap distribusi kembali normal secepatnya.

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini: Hujan Masih Dominan, Waspada Angin Kencang

Kelangkaan ini dipicu aksi unjuk rasa di Jembatan Baliase dan Walenrang, Kabupaten Luwu, yang membuat distribusi BBM dan tabung gas LPG ke Luwu Timur terhambat.

Saat meninjau SPBU Desa Ussu, petugas SPBU Irham menyampaikan adanya pembatasan pembelian BBM untuk setiap kendaraan.

“Kendaraan roda dua dibatasi hingga Rp50.000, sementara kendaraan roda empat dibatasi hingga Rp200.000 per pengisian, kemungkinan sore ini akan tiba truk tangki selanjutnya,” kata Irham.

Overview

  • Kelangkaan BBM melanda Luwu Timur setelah aksi unjuk rasa memblokir akses ke wilayah Luwu, menyebabkan antrean panjang kendaraan di SPBU.
  • Pembelian BBM dibatasi: roda dua maksimal Rp50.000, roda empat maksimal Rp200.000 per pengisian, sambil menunggu distribusi truk tangki selanjutnya.
  • Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Forkopimda terus memantau dan berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap lancar serta menjaga situasi kondusif.

SulawesiPos.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda Kabupaten Luwu Timur setelah akses menuju wilayah Luwu, Sulawesi Selatan, terganggu akibat aksi unjuk rasa menuntut pembentukan provinsi baru. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular di sejumlah SPBU.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Puspawati Husler, Kapolres AKBP Ario Putranto, dan jajaran Kodim 1403/Palopo, meninjau langsung SPBU di Desa Puncak Indah dan Desa Ussu, Kecamatan Malili, Rabu (28/1/2026).

“Semoga kondisi ini cepat teratasi sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.

Irwan menjelaskan peninjauan dilakukan sebagai respons atas kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa wilayah Luwu Timur dan berharap distribusi kembali normal secepatnya.

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini: Hujan Masih Dominan, Waspada Angin Kencang

Kelangkaan ini dipicu aksi unjuk rasa di Jembatan Baliase dan Walenrang, Kabupaten Luwu, yang membuat distribusi BBM dan tabung gas LPG ke Luwu Timur terhambat.

Saat meninjau SPBU Desa Ussu, petugas SPBU Irham menyampaikan adanya pembatasan pembelian BBM untuk setiap kendaraan.

“Kendaraan roda dua dibatasi hingga Rp50.000, sementara kendaraan roda empat dibatasi hingga Rp200.000 per pengisian, kemungkinan sore ini akan tiba truk tangki selanjutnya,” kata Irham.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/