Wae Tompoe, Pemandian Air Belerang di Bone yang Dipercaya Ampuh Obati Cowok-Cewek “Gatal”

SulawesiPos.com – Di tengah hamparan pedesaan Kabupaten Bone, terdapat sebuah sumber air yang sejak lama menjadi bagian dari cerita masyarakat setempat.

Namanya Wae Tompoe, sumber mata air yang berada di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe.

Permandian ini, hampir setiap hari dipadati masyarakat, utamanya anak-anak muda. Utamanya saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

Menariknya, biaya masuk ke lokasi permandian Wae Tompoe gratis.

“Kita memang sengaja tidak pungut biaya atau tiket masuk. Silakan menikmati permandian ini, tetapi kita minta juga kerja samanya, jaga kebersihan dan jangan mengotori kawasan ini,” kata Muh Yasin Kepala Desa Cabbeng, Selasa (8/9/2026).

Di lokasi permandian ini, juga terdapat usaha UMKM yang menyediakan aneka jajanan. Usai berenang, masyarakat bisa menikmati mie siram, bakso bakar maupun pentol goreng. Atau bahkan bisa juga dinikmati sambil berenang.

Air Wae Tompoe memiliki ciri khas berupa aroma belerang yang cukup kuat. Bagi sebagian masyarakat, keberadaan sumber air tersebut bukan sekadar tempat untuk menikmati kesegaran alam, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat tertentu untuk membantu mengatasi keluhan kulit, termasuk rasa gatal.

BACA JUGA:  Air Terjun Dampara: Destinasi Baru di Malino, Uji Adrenalin lewat Canyoning hingga Aerozip

Bagi warga sekitar, Wae Tompoe juga memiliki daya tarik tersendiri. Suasana pedesaan yang masih terasa alami membuat lokasi ini kerap didatangi warga dari berbagai daerah untuk sekadar mandi, menikmati suasana, maupun mencoba pengalaman yang selama ini mereka dengar dari masyarakat.

Faisal, warga setempat, mengatakan Wae Tompoe sudah cukup dikenal masyarakat sekitar dan keberadaannya telah lama menjadi bagian dari kehidupan warga.

“Dari dulu masyarakat di sini sudah mengenal Wae Tompoe. Banyak yang datang mandi karena percaya airnya bisa membantu mengurangi gatal-gatal. Airnya memang ada bau belerangnya,” ujar Faisal.

Menurutnya, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Desa Cabbeng, tetapi juga dari sejumlah wilayah di Kabupaten Bone.

Salah seorang pengunjung, Fadly, warga Bengo, mengaku penasaran setelah mendengar cerita mengenai Wae Tompoe.

“Saya datang karena penasaran. Banyak cerita dari masyarakat soal air di sini. Setelah sampai, memang suasananya menarik dan airnya terasa berbeda karena ada aroma belerangnya,” kata Fadly.

BACA JUGA:  Menralo Beach & Resort, Perpaduan Laut dan Hutan Bambu di Pesisir Pinrang

Sementara itu, Risma, warga Cenrana, mengaku mengetahui Wae Tompoe dari cerita masyarakat. Ia berharap keberadaan sumber air tersebut mendapat perhatian sehingga bisa menjadi salah satu destinasi lokal yang menarik.

“Saya sering datang ke sini. Tempatnya punya keunikan sendiri. Kalau dikelola dengan baik dan tetap dijaga kebersihannya, saya kira bisa semakin banyak orang yang datang berkunjung,” ujar Risma.

SulawesiPos.com – Di tengah hamparan pedesaan Kabupaten Bone, terdapat sebuah sumber air yang sejak lama menjadi bagian dari cerita masyarakat setempat.

Namanya Wae Tompoe, sumber mata air yang berada di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe.

Permandian ini, hampir setiap hari dipadati masyarakat, utamanya anak-anak muda. Utamanya saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

Menariknya, biaya masuk ke lokasi permandian Wae Tompoe gratis.

“Kita memang sengaja tidak pungut biaya atau tiket masuk. Silakan menikmati permandian ini, tetapi kita minta juga kerja samanya, jaga kebersihan dan jangan mengotori kawasan ini,” kata Muh Yasin Kepala Desa Cabbeng, Selasa (8/9/2026).

Di lokasi permandian ini, juga terdapat usaha UMKM yang menyediakan aneka jajanan. Usai berenang, masyarakat bisa menikmati mie siram, bakso bakar maupun pentol goreng. Atau bahkan bisa juga dinikmati sambil berenang.

Air Wae Tompoe memiliki ciri khas berupa aroma belerang yang cukup kuat. Bagi sebagian masyarakat, keberadaan sumber air tersebut bukan sekadar tempat untuk menikmati kesegaran alam, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat tertentu untuk membantu mengatasi keluhan kulit, termasuk rasa gatal.

BACA JUGA:  Air Terjun Dampara: Destinasi Baru di Malino, Uji Adrenalin lewat Canyoning hingga Aerozip

Bagi warga sekitar, Wae Tompoe juga memiliki daya tarik tersendiri. Suasana pedesaan yang masih terasa alami membuat lokasi ini kerap didatangi warga dari berbagai daerah untuk sekadar mandi, menikmati suasana, maupun mencoba pengalaman yang selama ini mereka dengar dari masyarakat.

Faisal, warga setempat, mengatakan Wae Tompoe sudah cukup dikenal masyarakat sekitar dan keberadaannya telah lama menjadi bagian dari kehidupan warga.

“Dari dulu masyarakat di sini sudah mengenal Wae Tompoe. Banyak yang datang mandi karena percaya airnya bisa membantu mengurangi gatal-gatal. Airnya memang ada bau belerangnya,” ujar Faisal.

Menurutnya, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Desa Cabbeng, tetapi juga dari sejumlah wilayah di Kabupaten Bone.

Salah seorang pengunjung, Fadly, warga Bengo, mengaku penasaran setelah mendengar cerita mengenai Wae Tompoe.

“Saya datang karena penasaran. Banyak cerita dari masyarakat soal air di sini. Setelah sampai, memang suasananya menarik dan airnya terasa berbeda karena ada aroma belerangnya,” kata Fadly.

BACA JUGA:  Bukan Luar Negeri, Tebing Romantis Ollon Punya Lanskap Perbukitan yang Mencuri Perhatian

Sementara itu, Risma, warga Cenrana, mengaku mengetahui Wae Tompoe dari cerita masyarakat. Ia berharap keberadaan sumber air tersebut mendapat perhatian sehingga bisa menjadi salah satu destinasi lokal yang menarik.

“Saya sering datang ke sini. Tempatnya punya keunikan sendiri. Kalau dikelola dengan baik dan tetap dijaga kebersihannya, saya kira bisa semakin banyak orang yang datang berkunjung,” ujar Risma.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru