SulawesiPos.com — Gangguan penerbangan menuju Jakarta membuat sejumlah penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, memilih melakukan refund tiket.
Salah satunya penumpang maskapai Sriwijaya rute Makassar-Jakarta, Haerul.
Ia mengaku seharusnya berangkat pada pukul 12.05 Wita, namun hingga sore hari penerbangannya belum juga diberangkatkan.
“Sampai sekarang belum ada. Kami pun sudah refund tiketnya. Sudah 2x kami pesan tiket dan itu di-cancel semua. Kami masih menunggu lagi. Siapa tahu masih ada penerbangan ke Jakarta,” kata Haerul.
Haerul bersama keluarganya hendak mengantar anaknya ke Cina.
Mereka harus terlebih dahulu tiba di Jakarta untuk melanjutkan penerbangan menuju negara tujuan.
“Ini kan kita mau pemberangkatan antar anak kami ke Cina, itu kalau sebisa mungkin, seandainya bisa, jam 9 pagi itu sudah berangkat ke Cina, sebisa mungkin sebelum jam 9 sudah harus ada di Jakarta,” ucapnya.
Menurut Haerul, gangguan penerbangan juga tidak hanya terjadi pada rute Makassar-Jakarta. Sejumlah penerbangan menuju kota lain turut mengalami pembatalan.
“Untuk penerbangan lain itu, Bandung, Jogja, semua itu di cancel,” ujarnya.
Bandara Beri Service Recovery
Di tengah gangguan operasional penerbangan tersebut, pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin melakukan service recovery action bagi penumpang yang terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Branch Communication & CSR Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan, mengatakan pihak bandara memberikan layanan tambahan kepada penumpang yang harus menunggu kepastian penerbangan dari maskapai.
“Kalau dari penanganan airport mungkin kita melakukan servis recovery action di mana memang pada saat penumpang tiba dan harus menunggu kita memberikan layanan tambahan berupa memberikan snack, air mineral, dan memang mengarahkan penumpang untuk duduk dan menunggu konfirmasi dari maskapai,” kata Fascal.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan terhadap penerbangan yang terdampak, khususnya penerbangan dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta (CGK).
“Kalau untuk dari sisi dari sisi dari sisi airport, kita melakukan servis recovery action di mana semua bandara di bawah airport memang melakukan itu gitu, yang secara tujuan penerbangan ke CGK (Bandara Soetta) berdampak,” ucapnya.
Meski sejumlah penerbangan terdampak, Fascal memastikan tidak terjadi penumpukan penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin.
“Kalau penumpukan sih tidak ya, karena memang kan tujuan dari UPG sendiri itu banyak ke beberapa daerah yang belum atau tidak terdampak ke arah Jakarta gitu,” ujarnya.

