SulawesiPos.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9/2026) malam membuat masyarakat di sekitar kawasan pesisir Banten diminta meningkatkan kewaspadaan.
Gubernur Banten, Andra Soni, meminta warga dan wisatawan, khususnya di pesisir Anyer hingga Carita, Pandeglang, menjauhi zona berbahaya dan mengikuti informasi resmi pemerintah.
Andra mengatakan, ketenangan masyarakat tetap diperlukan dalam menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, kewaspadaan harus berjalan bersamaan dengan upaya mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi selalu waspada,” tegas Andra Soni, Sabtu (5/9/2026).
Ia meminta masyarakat tidak mengambil informasi dari sumber yang belum terverifikasi. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kata dia, perlu dipantau melalui keterangan pemerintah dan lembaga berwenang.
Warga dan Wisatawan Diminta Jauhi Zona Bahaya
Pesisir Anyer hingga Carita menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau.
Warga maupun wisatawan yang berada di kawasan tersebut diminta tidak mendekati wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
Masyarakat juga diminta mematuhi setiap arahan petugas di lapangan apabila terjadi perubahan kondisi aktivitas gunung api.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi selalu waspada. Tetap pantau informasi terbaru terkait Gunung Anak Krakatau dari sumber-sumber yang dapat dipercaya,” ujar Andra.
Pemprov Banten bersama instansi terkait terus mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi gunung api dapat segera diterima masyarakat.
Andra juga berharap status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat diminta tidak menyebarkan atau mempercayai informasi mengenai erupsi yang belum dipastikan kebenarannya.

