SulawesiPos.com – PSM Makassar menyatakan kewajiban yang menjadi dasar sanksi Registration Ban FIFA telah dituntaskan dan kini tinggal menunggu proses administratif pencabutan sebelum menghadapi Persib Bandung pada Minggu, 6 September 2026.
Perkembangan ini menjadi fase penting bagi Pasukan Ramang menjelang pertandingan perdana Super League 2026/2027, karena status sanksi itu sempat menjadi sorotan terkait peluang klub mendaftarkan dan memainkan pemain baru.
Manajemen PSM menyebut seluruh proses penyelesaian telah dilakukan pada pekan terakhir Agustus 2026.
Klub kini berharap tahapan administrasi di FIFA segera rampung agar persoalan itu tidak lagi membayangi persiapan tim menuju laga pembuka.
“Kami memastikan proses penyelesaian sanksi banned FIFA telah dituntaskan dan kini memasuki tahap administratif. Seluruh proses terkait sanksi tersebut telah diselesaikan manajemen pada pekan sebelumnya,” kata manajemen PSM.
PSM dijadwalkan bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, untuk menghadapi Persib pada Minggu, 6 September 2026.
Karena itu, pencabutan sanksi administratif menjadi perhatian utama agar komposisi tim dapat disiapkan secara maksimal saat kompetisi resmi dimulai.
Tunggu Tahap Administratif FIFA
Manajemen PSM menegaskan klub kini hanya menunggu tahapan akhir dari proses tersebut.
Harapan mereka, pencabutan sanksi bisa selesai sebelum laga kontra Persib sehingga urusan nonteknis tidak lagi mengganggu fokus tim.
“Kami tinggal menunggu proses administratif selesai sebelum banned dicabut. Kami berharap pencabutan sanksi dapat dilakukan sebelum PSM menghadapi pertandingan melawan klub asal Bandung,” lanjut manajemen.
Sanksi Registration Ban sebelumnya menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kemampuan klub mendaftarkan pemain baru.
Karena itu, penyelesaian administrasi dipandang sama pentingnya dengan kesiapan teknis tim menjelang musim 2026/2027.
“Kami memastikan manajemen terus berupaya menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak menghambat persiapan PSM menghadapi kompetisi musim 2026-2027,” tegas manajemen.
Suporter Tetap Kawal Juku Eja
Di tengah proses itu, kelompok suporter PSM meminta dukungan terhadap tim tetap dijaga.
Presiden Red Gank, Sulkarnain alias Zul Dg Kulle, menilai loyalitas pendukung tidak semestinya hanya muncul ketika tim sedang menikmati kemenangan.
“Dari sisi suporter, kami sepakat bahwa suporter harus tahu diri dan tetap hadir dalam kondisi apa pun, bukan hanya saat tim merayakan kemenangan,” ujar Zul saat ditemui SPos, Rabu (2/9/2026).
Menurut Zul, kehadiran suporter di stadion juga membantu klub menjaga pemasukan mandiri melalui penjualan tiket pertandingan dan cendera mata resmi.

