SulawesiPos.com — Pemerintah memperkuat langkah pengentasan kemiskinan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pembangunan sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, penguatan pertanian di Alor tidak semata mengejar produksi, tetapi diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
“Tujuan utamanya pengatasan kemiskinan juga. Justru kemiskinan target kita,” tegas Mentan Amran dalam pertemuan bersama Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor di Jabodetabek, Selasa (18/8).
Untuk mencapai tujuan tersebut, Mentan Amran memperkuat tiga strategi pembangunan pertanian Alor, yakni jangka dekat, jangka menengah, dan jangka panjang.
Ketiganya dirancang saling terhubung agar intervensi pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi sumber pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Strategi jangka dekat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan produksi yang dapat memberikan hasil relatif cepat.
Pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras, sekaligus memperkuat produksi padi melalui dukungan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), pompa, serta pengembangan lahan hingga 3.000 hektare.

Dukungan pangan bagi masyarakat Alor juga terus diperkuat. Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, Kabupaten Alor memperoleh bantuan pangan reguler sebanyak 1.120,14 ton dengan nilai mencapai Rp15,68 miliar.
Sementara total bantuan pangan di Provinsi NTT mencapai sekitar Rp360,91 miliar.
Selanjutnya, strategi jangka menengah diarahkan pada pengembangan jagung seluas 3.000 hektare.
Komoditas ini diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru melalui peningkatan produktivitas lahan dan perluasan sumber pendapatan petani.
Sementara strategi jangka panjang diarahkan pada pengembangan komoditas perkebunan, terutama kelapa, kakao, dan jambu mete.
Komoditas tersebut dinilai sesuai dengan karakteristik Alor dan memiliki potensi menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang.
“Jadi kita bangun dari yang jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. Yang penting masyarakat punya pendapatan dan kemiskinan bisa kita tekan,” ujar Amran.
Selain memperkuat program, Mentan Amran juga meminta pengawalan ketat terhadap seluruh bantuan pemerintah.

