Update Gempa Flores M7,7: NTT Masih Darurat, Korban 68 dan Bantuan Dipercepat

SulawesiPos.com – Gempa Flores magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih menyisakan kondisi darurat hingga Selasa, 18 Agustus 2026.

Data terbaru yang dihimpun dari pembaruan resmi BNPB hingga Senin, 17 Agustus 2026 sore, menunjukkan 68 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka, lebih dari 5.000 warga masih bertahan di pengungsian, dan penanganan logistik serta layanan kesehatan terus dipercepat di wilayah terdampak.

Korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 orang dan Manggarai Timur 24 orang.

Korban lain tersebar di Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, Manggarai Barat dua orang, dan Ngada dua orang.

“Data yang kami peroleh hingga saat ini sebanyak 68 jiwa,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers Senin, 17 Agustus 2026.

Angka ini memperlihatkan bahwa pencarian dan verifikasi korban masih terus berjalan. Pemerintah juga menegaskan pendataan dampak tidak berhenti pada korban jiwa, tetapi bergerak paralel dengan identifikasi kerusakan rumah, fasilitas publik, dan kebutuhan dasar warga di lapangan.

BACA JUGA:  Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Pemerintah Janji Akan Evaluasi Menyeluruh

Kerusakan Meluas, Layanan Kesehatan Darurat Disiapkan

Selain rumah-rumah warga, gempa kuat ini ikut merusak sejumlah fasilitas kesehatan dan transportasi.

BNPB sebelumnya melaporkan lima bandara di NTT terdampak, meski landasan pacunya masih bisa digunakan, sementara kerusakan terjadi pada terminal.

Dua fasilitas pelabuhan juga dilaporkan rusak berat, di tengah kebutuhan distribusi logistik yang justru meningkat.

Di Kabupaten Manggarai, pelayanan kesehatan ikut terganggu setelah RSUD Manggarai terdampak gempa.

Pemerintah kemudian menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal sebagai solusi sementara agar penanganan medis tidak terputus.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB akan segera membangun rumah sakit lapangan sebagai solusi alternatif layanan kesehatan sementara RSUD Manggarai,” ujar Menko PMK Pratikno saat meninjau lokasi, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kebutuhan mendesak di pengungsian juga masih besar, terutama tenda darurat, beras, obat-obatan, selimut, velbed, tikar, pasokan air bersih, hingga genset.

Konsentrasi pengungsi terbesar sebelumnya dilaporkan berada di Sikka dan Manggarai, dengan ratusan warga lain tersebar di Nagekeo serta wilayah sekitar yang ikut terdampak.

BACA JUGA:  Pemkab Bone Kawal Verifikasi BNPB, Tiga Jembatan Rusak Pascabencana Berpeluang Dapat Bantuan Puluhan Miliar Rupiah

Pemerintah Percepat Logistik dan Pendataan

Pemerintah pusat menyatakan penanganan darurat dilakukan menyeluruh dengan pembagian wilayah layanan dari dua posko utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.

Dari dua titik itu, bantuan disalurkan ke kabupaten-kabupaten terdampak di Flores dan wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.

BNPB pada Selasa dini hari, 18 Agustus 2026, juga melaporkan percepatan distribusi bantuan melalui jalur udara dan laut.

SulawesiPos.com – Gempa Flores magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih menyisakan kondisi darurat hingga Selasa, 18 Agustus 2026.

Data terbaru yang dihimpun dari pembaruan resmi BNPB hingga Senin, 17 Agustus 2026 sore, menunjukkan 68 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka, lebih dari 5.000 warga masih bertahan di pengungsian, dan penanganan logistik serta layanan kesehatan terus dipercepat di wilayah terdampak.

Korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 orang dan Manggarai Timur 24 orang.

Korban lain tersebar di Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, Manggarai Barat dua orang, dan Ngada dua orang.

“Data yang kami peroleh hingga saat ini sebanyak 68 jiwa,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers Senin, 17 Agustus 2026.

Angka ini memperlihatkan bahwa pencarian dan verifikasi korban masih terus berjalan. Pemerintah juga menegaskan pendataan dampak tidak berhenti pada korban jiwa, tetapi bergerak paralel dengan identifikasi kerusakan rumah, fasilitas publik, dan kebutuhan dasar warga di lapangan.

BACA JUGA:  Deretan Daerah di Indonesia yang Pernah Dilanda Tsunami

Kerusakan Meluas, Layanan Kesehatan Darurat Disiapkan

Selain rumah-rumah warga, gempa kuat ini ikut merusak sejumlah fasilitas kesehatan dan transportasi.

BNPB sebelumnya melaporkan lima bandara di NTT terdampak, meski landasan pacunya masih bisa digunakan, sementara kerusakan terjadi pada terminal.

Dua fasilitas pelabuhan juga dilaporkan rusak berat, di tengah kebutuhan distribusi logistik yang justru meningkat.

Di Kabupaten Manggarai, pelayanan kesehatan ikut terganggu setelah RSUD Manggarai terdampak gempa.

Pemerintah kemudian menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal sebagai solusi sementara agar penanganan medis tidak terputus.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB akan segera membangun rumah sakit lapangan sebagai solusi alternatif layanan kesehatan sementara RSUD Manggarai,” ujar Menko PMK Pratikno saat meninjau lokasi, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kebutuhan mendesak di pengungsian juga masih besar, terutama tenda darurat, beras, obat-obatan, selimut, velbed, tikar, pasokan air bersih, hingga genset.

Konsentrasi pengungsi terbesar sebelumnya dilaporkan berada di Sikka dan Manggarai, dengan ratusan warga lain tersebar di Nagekeo serta wilayah sekitar yang ikut terdampak.

BACA JUGA:  Jusuf Kalla Ajak Donasi Korban Gempa NTT Lewat PMI

Pemerintah Percepat Logistik dan Pendataan

Pemerintah pusat menyatakan penanganan darurat dilakukan menyeluruh dengan pembagian wilayah layanan dari dua posko utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.

Dari dua titik itu, bantuan disalurkan ke kabupaten-kabupaten terdampak di Flores dan wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.

BNPB pada Selasa dini hari, 18 Agustus 2026, juga melaporkan percepatan distribusi bantuan melalui jalur udara dan laut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru