SulawesiPos.com – Sejumlah daerah di Indonesia pernah dilanda tsunami besar dalam lintasan sejarah modern, dari Aceh, Flores, Banyuwangi, Pangandaran, Mentawai, Palu-Donggala, hingga pesisir Banten dan Lampung di Selat Sunda, dengan pemicu yang tidak selalu sama dan dampak korban yang sangat besar.
Tsunami paling mematikan terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 setelah gempa megathrust berkekuatan sekitar M9,1 sampai M9,3 mengguncang dasar Samudra Hindia.
Gelombang raksasa menyapu Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Simeulue, hingga Nias dan pesisir lain di Sumatera.
Data BNPB menyebut korban tewas sekitar 166.080 orang dan 6.245 lainnya hilang, menjadikan Aceh sebagai salah satu bencana tsunami paling mematikan dalam sejarah dunia.
Di Nusa Tenggara Timur, tsunami besar juga pernah menghantam Flores pada 12 Desember 1992.
BMKG mencatat gempa Flores disertai gelombang tsunami yang menewaskan lebih dari 2.300 orang.
Peristiwa itu melanda sejumlah wilayah pesisir Flores dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, dengan tinggi gelombang di beberapa titik dilaporkan mencapai belasan hingga puluhan meter.
Pantai selatan Jawa Timur juga pernah dilanda tsunami besar pada 3 Juni 1994.
Dalam katalog tsunami BMKG, Banyuwangi menjadi salah satu wilayah terdampak utama setelah gempa M7,8 di selatan Jawa memicu tsunami yang menjalar ke pantai selatan Jawa Timur hingga Bali bagian selatan.
Korban meninggal dalam peristiwa itu tercatat sekitar 110 orang.
Jawa Barat kembali mengalami tragedi serupa ketika tsunami Pangandaran terjadi pada 17 Juli 2006.
BMKG dalam peringatan 20 tahun tsunami Pangandaran menyebut bencana itu merenggut 668 korban jiwa.
Tsunami ini dipicu gempa bawah laut di selatan Jawa, lalu menghantam Pangandaran, Cilacap, Kebumen, hingga sejumlah pantai lain di pesisir selatan Jawa.
Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat juga dilanda tsunami pada 25 Oktober 2010.
BMKG mencatat tsunami lokal besar itu menerjang kawasan Pagai di Mentawai hanya beberapa menit setelah gempa terjadi.

