Dua Kelompok Mahasiswa di Kampus UNM Parang Tambung Saling Serang

SulawesiPos.com – Dua kelompok mahasiswa di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) terlibat bentrok, di dalam areal kampus UNM Parang Tambung, Jumat, 7 Agustus 2026. Akibat bentrokan ini sempat terjadi kemacetan di depan kampus UNM, Jalan Malengkeri dan Jalan Daeng Tata.

Aksi bentrok ini diduga dipicu kasus penyerangan sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, Makassar, Jumat, 31 Juli 2026 pekan lalu.

Pihak FMIPA UNM sebelumnya menyebutkan telah melapor ke Polsek Tamalate agar pelaku diusut.

Dari keterangan pihak fakultas, kelompok penyerang awalnya datang dalam jumlah sedikit sebelum bertambah menjadi sekitar 20 orang dan melakukan pengrusakan di area kampus.

Berdasarkan keterangan Wakil Dekan III FMIPA UNM, Prof Uca, penyerangan mulai terjadi sekitar pukul 04.15 Wita setelah sebelumnya beberapa orang masuk ke lingkungan kampus sambil berteriak-teriak.

Mereka disebut sempat menuju Jurusan Geografi hingga Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan sebelum aksi pengrusakan berlangsung.

BACA JUGA:  Bentrok Geng Motor vs Warga Kembali Pecah di Urip Sumoharjo Makassar, 1 Motor Terbakar dan 1 Pria Kena Busur

Akibat kejadian tersebut, kerusakan terjadi di sejumlah titik fasilitas kampus. Sedikitnya 18 kaca jendela dipecahkan.

Selain itu, lemari perpustakaan dilaporkan rusak, dua bingkai ringkasan hasil penelitian berkaca dihancurkan, dan ruang dosen muda di lantai dua diacak-acak.

“Pelaku naik ke lantai dua, masuk ke ruang dosen muda, kemudian membalik kursi dan meja yang ada di dalam ruangan,” kata Prof Uca, dalam keterangannya pada wartawan.

Polisi dalami pelaku dan motif penyerangan

Pihak fakultas menyatakan belum bisa memastikan identitas pelaku karena proses penyelidikan masih berlangsung. Namun, sejumlah nama yang diduga terlibat disebut telah diserahkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

Prof Uca juga mengaku belum dapat memastikan kabar yang mengaitkan pelaku dengan kelompok mahasiswa dari fakultas lain.

SulawesiPos.com – Dua kelompok mahasiswa di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) terlibat bentrok, di dalam areal kampus UNM Parang Tambung, Jumat, 7 Agustus 2026. Akibat bentrokan ini sempat terjadi kemacetan di depan kampus UNM, Jalan Malengkeri dan Jalan Daeng Tata.

Aksi bentrok ini diduga dipicu kasus penyerangan sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, Makassar, Jumat, 31 Juli 2026 pekan lalu.

Pihak FMIPA UNM sebelumnya menyebutkan telah melapor ke Polsek Tamalate agar pelaku diusut.

Dari keterangan pihak fakultas, kelompok penyerang awalnya datang dalam jumlah sedikit sebelum bertambah menjadi sekitar 20 orang dan melakukan pengrusakan di area kampus.

Berdasarkan keterangan Wakil Dekan III FMIPA UNM, Prof Uca, penyerangan mulai terjadi sekitar pukul 04.15 Wita setelah sebelumnya beberapa orang masuk ke lingkungan kampus sambil berteriak-teriak.

Mereka disebut sempat menuju Jurusan Geografi hingga Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan sebelum aksi pengrusakan berlangsung.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih, PDAM Fokus Benahi Distribusi di Wilayah Utara

Akibat kejadian tersebut, kerusakan terjadi di sejumlah titik fasilitas kampus. Sedikitnya 18 kaca jendela dipecahkan.

Selain itu, lemari perpustakaan dilaporkan rusak, dua bingkai ringkasan hasil penelitian berkaca dihancurkan, dan ruang dosen muda di lantai dua diacak-acak.

“Pelaku naik ke lantai dua, masuk ke ruang dosen muda, kemudian membalik kursi dan meja yang ada di dalam ruangan,” kata Prof Uca, dalam keterangannya pada wartawan.

Polisi dalami pelaku dan motif penyerangan

Pihak fakultas menyatakan belum bisa memastikan identitas pelaku karena proses penyelidikan masih berlangsung. Namun, sejumlah nama yang diduga terlibat disebut telah diserahkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

Prof Uca juga mengaku belum dapat memastikan kabar yang mengaitkan pelaku dengan kelompok mahasiswa dari fakultas lain.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru