Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Gelar Program Membaca Nyaring di Dua TK Desa Bontokanang

SulawesiPos.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, menjalankan program kerja Membaca Nyaring bertajuk “Gema Bercerita” di dua taman kanak-kanak, yakni TK Tri Putri dan TK Gembira. Program ini dilaksanakan sebanyak enam kali pertemuan di masing-masing sekolah selama dua pekan, mulai Jumat (17-31/07).

Program Gema Bercerita hadir sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

Melalui metode membaca nyaring, mahasiswa KKN membacakan cerita bergambar kepada anak-anak sambil melibatkan mereka lewat tanya jawab, tebak gambar, dan permainan sederhana yang berkaitan dengan isi cerita.

Pendekatan ini dipilih karena dinilai efektif membangun kedekatan emosional anak dengan buku, sekaligus melatih kemampuan mendengar, berbicara, dan berimajinasi.

Selama enam kali pertemuan, anak-anak di TK Tri Putri dan TK Gembira diperkenalkan pada berbagai judul cerita anak yang sarat nilai moral, seperti kejujuran, berbagi, dan menyayangi sesama.

BACA JUGA:  Siswa Pro-Kontra Pembatasan Gawai di Sekolah, Ini Pendapat Pelajar SMAN 11 Makassar

Setiap sesi dirancang interaktif agar anak-anak tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga ikut aktif menceritakan kembali apa yang mereka pahami dengan bahasa mereka sendiri.

Koordinator program, Ahmad Fauzan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata mahasiswa KKN Tematik Literasi dalam mendukung penguatan budaya literasi di tingkat desa, dimulai dari kelompok usia paling dini.

“Kami melihat antusiasme anak-anak cukup tinggi setiap kali sesi membaca nyaring berlangsung. Banyak dari mereka yang tadinya pemalu, lama-lama berani ikut bercerita di depan teman-temannya,” ujar Fauzan.

Pihak sekolah turut menyambut baik kehadiran program ini. Guru-guru di TK Tri Putri dan TK Gembira menilai kegiatan membaca nyaring memberi warna baru dalam proses belajar anak, sekaligus membantu guru dalam mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini kepada murid-muridnya.

Melalui rangkaian program ini, mahasiswa berharap semangat literasi dapat terus tumbuh di Desa Bontokanang, bahkan setelah masa KKN berakhir.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unhas Menggugat Norma Kabur: Ketika Jalan Rusak Menjadi Arena Ujian Konstitusi

SulawesiPos.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, menjalankan program kerja Membaca Nyaring bertajuk “Gema Bercerita” di dua taman kanak-kanak, yakni TK Tri Putri dan TK Gembira. Program ini dilaksanakan sebanyak enam kali pertemuan di masing-masing sekolah selama dua pekan, mulai Jumat (17-31/07).

Program Gema Bercerita hadir sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

Melalui metode membaca nyaring, mahasiswa KKN membacakan cerita bergambar kepada anak-anak sambil melibatkan mereka lewat tanya jawab, tebak gambar, dan permainan sederhana yang berkaitan dengan isi cerita.

Pendekatan ini dipilih karena dinilai efektif membangun kedekatan emosional anak dengan buku, sekaligus melatih kemampuan mendengar, berbicara, dan berimajinasi.

Selama enam kali pertemuan, anak-anak di TK Tri Putri dan TK Gembira diperkenalkan pada berbagai judul cerita anak yang sarat nilai moral, seperti kejujuran, berbagi, dan menyayangi sesama.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unhas yang Dievakuasi di Goa Kalibbong Pangkep Sudah Membaik

Setiap sesi dirancang interaktif agar anak-anak tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga ikut aktif menceritakan kembali apa yang mereka pahami dengan bahasa mereka sendiri.

Koordinator program, Ahmad Fauzan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata mahasiswa KKN Tematik Literasi dalam mendukung penguatan budaya literasi di tingkat desa, dimulai dari kelompok usia paling dini.

“Kami melihat antusiasme anak-anak cukup tinggi setiap kali sesi membaca nyaring berlangsung. Banyak dari mereka yang tadinya pemalu, lama-lama berani ikut bercerita di depan teman-temannya,” ujar Fauzan.

Pihak sekolah turut menyambut baik kehadiran program ini. Guru-guru di TK Tri Putri dan TK Gembira menilai kegiatan membaca nyaring memberi warna baru dalam proses belajar anak, sekaligus membantu guru dalam mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini kepada murid-muridnya.

Melalui rangkaian program ini, mahasiswa berharap semangat literasi dapat terus tumbuh di Desa Bontokanang, bahkan setelah masa KKN berakhir.

BACA JUGA:  Pembatasan Gawai Tingkatkan Literasi Siswa SMAN 11 Makassar

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru