SulawesiPos.com – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menyebut diskon harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen ikut menambah gairah petani untuk bercocok tanam, di tengah upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan.
Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke PT Pupuk Kujang, Karawang, dengan sorotan pada penyederhanaan aturan distribusi pupuk subsidi.
Menurut Titiek, pemangkasan 145 aturan dalam tata kelola pupuk bersubsidi membuat proses penyaluran menjadi lebih singkat sehingga pupuk lebih cepat diterima petani.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah memotong aturan-aturan yang tadinya itu 145 aturan untuk mendapatkan pupuk ini. Ini dipotong, diperpendek sekali sehingga petani dapat pupuk ini tepat waktu,” ujar Siti Hediati Soeharto dilansir Selasa, 30 Juni 2026.
Ia mengatakan Komisi IV DPR RI terus melakukan pengawasan agar pupuk bersubsidi benar-benar diterima petani yang berhak, disalurkan tepat waktu, serta dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi.
Distribusi dan Harga Jadi Sorotan
Selain penyederhanaan regulasi, Titiek juga menilai kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi membantu meringankan beban petani.
“Pemerintah sudah memberikan diskon pada harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sehingga ini sangat membantu bagi petani-petani dan petani lebih bergairah lagi untuk bercocok tanam dalam rangka kita segera swasembada pangan ini,” jelasnya.
Menurut dia, pengawasan distribusi pupuk perlu dijaga karena pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam menopang produktivitas sektor pertanian.
Komisi IV Soroti Data e-RDKK
Komisi IV DPR RI juga menyoroti pentingnya akurasi data petani melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK sebagai dasar penyaluran pupuk subsidi yang tepat sasaran.
Titiek menekankan perlunya peran aktif penyuluh pertanian dalam membantu petani mengisi dan memperbarui data e-RDKK, mulai dari kebutuhan pupuk, waktu penggunaan, hingga jenis pupuk yang sesuai dengan komoditas yang ditanam.
“Ini diperlukan peran daripada penyuluh-penyuluh itu untuk memberikan edukasi kepada para petani bagaimana cara mengisi dan memasukkan data-data di e-RDKK ini,” tegasnya.


