SulawesiPos.com – Dendam keluarga diduga menjadi motif pembacokan terhadap pria pencari rumput berinisial MRA di Jalan Maccini, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Rabu (24/6/2026), yang berujung pada penangkapan remaja berinisial Ade Farel (18) sehari kemudian. Polisi menyebut kerabat pelaku diduga pernah dibusur korban sebelum insiden penganiayaan berat itu terjadi.
Temuan motif itu menjadi titik penting dalam penyelidikan karena sejak awal kasus ini sempat memunculkan dugaan lain. Namun, polisi menegaskan peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan geng motor, melainkan dipicu persoalan pribadi yang lebih dulu terjadi antara korban dan keluarga pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni mengatakan polisi telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus pembacokan itu. Penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Jalan Mannuruki 3, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (25/6/2026).
“Unit lapangan telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku penganiayaan berat,” ujar Uji Mughni kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Dalam penanganan awal, polisi sempat mengamankan dua orang. Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, penyidik baru menetapkan satu orang sebagai tersangka karena bukti terhadap satu orang lainnya belum dianggap cukup untuk proses lebih jauh.
Penyidik juga mendalami latar belakang serangan itu dan untuk sementara menyimpulkan bahwa motifnya mengarah pada dendam pribadi. Menurut polisi, salah satu anggota keluarga pelaku diduga pernah menjadi korban pembusuran oleh korban.
“Motifnya ini adalah dendam pribadi bukan karena geng motor bahwa yang salah satu keluarga dari pelaku pernah dibusur oleh korban,” ungkapnya.
Selain menetapkan satu tersangka, polisi masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memperjelas peran masing-masing orang yang diduga berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sebilah pisau dapur berukuran besar yang diduga dipakai saat pembacokan terjadi. Barang bukti itu disebut menjadi salah satu dasar penting dalam pengembangan perkara.
Uji menjelaskan pria yang sudah diamankan itu diduga berperan sebagai eksekutor. Sementara itu, penyidik masih terus memperkuat pembuktian sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain.
Polisi kini masih melanjutkan penyelidikan guna melengkapi konstruksi perkara. Kasus pembacokan terhadap pria pencari rumput di Makassar itu pun masih terus dikembangkan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diungkap.


