Dishub Sulsel Telusuri Dugaan Pencurian di Bus Trans Sulsel, Rekaman CCTV Jadi Kunci

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) merespons dugaan pencurian barang penumpang di layanan Bus Trans Sulsel usai tas berisi kamera milik mahasiswa Universitas Hasanuddin diduga diambil orang tak dikenal di dalam armada Bus Trans Sulsel pada Sabtu (20/6/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WITA di bus bernomor polisi MKS 2606 yang melayani rute kawasan Mamminasata.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Setyawan Dwiharto Sutrisno, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan operator bus begitu menerima informasi dugaan pencurian tersebut.

“Kami sudah koordinasi sama operator (bus) terkait kejadian,” ujar Setyawan, Selasa (23/6/2026).

Menurut Setyawan, sistem keamanan di Bus Trans Sulsel sepenuhnya mengandalkan kamera pengawas karena tidak ada petugas keamanan khusus di dalam bus. Setiap armada, kata dia, telah dilengkapi enam unit CCTV.

“Kalau SOP kita terkait dengan keamanan bus, makanya dipasang enam CCTV. Jadi ada enam CCTV yang berfungsi, karena memang tidak ada tenaga keamanan di dalam bus,” ujarnya.

Ia merinci, kamera-kamera tersebut terpasang di berbagai sudut armada untuk memantau aktivitas penumpang dan kru.
“Ada CCTV untuk di depan, di belakang, di dalam, terus ke arah sopir. Jadi itu ada enam,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bus Koridor 5 Rute Kampus Unhas Gowa-Tamalanrea Kembali Beroperasi

Setyawan menegaskan laporan dugaan pencurian ini merupakan yang pertama kali diterima sejak Bus Trans Sulsel beroperasi.
“Laporan seperti ini baru pertama kali terjadi,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan penumpang agar tetap waspada terhadap barang bawaannya masing-masing.

“Artinya memang tanggung jawab itu juga penumpang,” ujarnya.

Selama ini, kata Setyawan, kasus yang kerap terjadi justru barang penumpang tertinggal dan kemudian dikembalikan.

“Kalau misalnya barang ketinggalan di bus dan ketahuan, pasti dikembalikan. Kemarin waktu program digratiskan, ada barang penumpang berupa laptop yang tertinggal dan dikembalikan,” ungkapnya.

Dishub Sulsel memastikan tetap membantu penelusuran kasus tersebut.

“Tapi kami nanti bantu telusuri. Kita akan bantu semaksimal mungkin,” kata Setyawan.

Ia juga menyarankan korban melapor ke kepolisian dengan menyertakan bukti rekaman CCTV.

“Saya sarankan melapor ke pihak berwajib disertai dengan bukti yang ada. Buktinya kan sudah ada video CCTV,” ujarnya.

Setyawan berharap langkah tersebut dapat mencegah kejadian serupa terulang.

“Supaya ini minimal tidak akan terulang dan mudah-mudahan didapat ini barang penumpang,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Alako Fest 2026: Mahasiswa KKN Unhas Satukan Edukasi Energi Terbarukan dan Ekowisata di PLTB Sidrap

Korban dalam kasus ini adalah Agus Nurcholis, mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Barang yang hilang berupa kamera Canon EOS 1300D di dalam tas kamera hitam dengan nilai diperkirakan lebih dari Rp3 juta.

Agus menuturkan, ia naik Bus Trans Sulsel sekitar pukul 07.45 WITA dari halte Masjid Ikhtiar Kampus Unhas, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

“Sekitar jam 07.45 WITA saya naik bus dari halte Masjid Ikhtiar Kampus Unhas, tepatnya di pintu satu Unhas. Saya duduk di kursi bagian samping belakang yang dekat pintu masuk bus, kursi warna biru,” kata Agus.

Saat itu, kamera disimpan di dalam tas hitam yang dimasukkan ke tote bag merah dan diletakkan di lantai bus.

“Kameranya ada dalam tas hitam, saya letakkan di tote bag warna merah di lantai bus,” ujarnya.

Agus baru menyadari kehilangan tersebut ketika turun di halte dekat Apotek Kimia Farma, Jalan Letjen Hertasning, Makassar.

“Ketika saya turun di halte dekat Apotek Kimia Farma Hertasning, saya ambil tote bag-nya tanpa menyadari kalau tas kameranya terjatuh dari tote bag ketika di dalam bus,” katanya.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unhas Menggugat Norma Kabur: Ketika Jalan Rusak Menjadi Arena Ujian Konstitusi

Dari rekaman CCTV, terlihat seorang pria berbaju hijau tosca muda dan berkacamata naik bus di kawasan Mall Panakkukang, lalu duduk di kursi paling belakang.

“Pas sampai di Mall Panakkukang, bapak itu naik bus yang saya tumpangi,” jelas Agus.

Pria tersebut kemudian berpindah tempat duduk mendekati posisi Agus sebelumnya.

“Bapak itu duduk di kursi paling belakang. Pas ada kesempatan, bapak itu langsung pakai maskernya dan pindah posisi duduk ke sebelah kiri dekat tempat saya sebelumnya,” ungkapnya.

Dalam video, pria itu tampak mengambil tas kamera, membuka dan memeriksa isinya, sebelum turun di terminal Unhas.

“Lalu diambillah itu tas kamera, dia buka tas kameranya, dia lihat ada kamera di dalamnya. Lalu dia bawa turun di terminal Unhas,” lanjut Agus.

Hingga kini, kamera tersebut belum ditemukan. Agus berharap pelaku memiliki itikad baik untuk mengembalikan barangnya dan menyatakan akan melaporkan kejadian ini ke kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) merespons dugaan pencurian barang penumpang di layanan Bus Trans Sulsel usai tas berisi kamera milik mahasiswa Universitas Hasanuddin diduga diambil orang tak dikenal di dalam armada Bus Trans Sulsel pada Sabtu (20/6/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WITA di bus bernomor polisi MKS 2606 yang melayani rute kawasan Mamminasata.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Setyawan Dwiharto Sutrisno, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan operator bus begitu menerima informasi dugaan pencurian tersebut.

“Kami sudah koordinasi sama operator (bus) terkait kejadian,” ujar Setyawan, Selasa (23/6/2026).

Menurut Setyawan, sistem keamanan di Bus Trans Sulsel sepenuhnya mengandalkan kamera pengawas karena tidak ada petugas keamanan khusus di dalam bus. Setiap armada, kata dia, telah dilengkapi enam unit CCTV.

“Kalau SOP kita terkait dengan keamanan bus, makanya dipasang enam CCTV. Jadi ada enam CCTV yang berfungsi, karena memang tidak ada tenaga keamanan di dalam bus,” ujarnya.

Ia merinci, kamera-kamera tersebut terpasang di berbagai sudut armada untuk memantau aktivitas penumpang dan kru.
“Ada CCTV untuk di depan, di belakang, di dalam, terus ke arah sopir. Jadi itu ada enam,” jelasnya.

BACA JUGA:  Alako Fest 2026: Mahasiswa KKN Unhas Satukan Edukasi Energi Terbarukan dan Ekowisata di PLTB Sidrap

Setyawan menegaskan laporan dugaan pencurian ini merupakan yang pertama kali diterima sejak Bus Trans Sulsel beroperasi.
“Laporan seperti ini baru pertama kali terjadi,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan penumpang agar tetap waspada terhadap barang bawaannya masing-masing.

“Artinya memang tanggung jawab itu juga penumpang,” ujarnya.

Selama ini, kata Setyawan, kasus yang kerap terjadi justru barang penumpang tertinggal dan kemudian dikembalikan.

“Kalau misalnya barang ketinggalan di bus dan ketahuan, pasti dikembalikan. Kemarin waktu program digratiskan, ada barang penumpang berupa laptop yang tertinggal dan dikembalikan,” ungkapnya.

Dishub Sulsel memastikan tetap membantu penelusuran kasus tersebut.

“Tapi kami nanti bantu telusuri. Kita akan bantu semaksimal mungkin,” kata Setyawan.

Ia juga menyarankan korban melapor ke kepolisian dengan menyertakan bukti rekaman CCTV.

“Saya sarankan melapor ke pihak berwajib disertai dengan bukti yang ada. Buktinya kan sudah ada video CCTV,” ujarnya.

Setyawan berharap langkah tersebut dapat mencegah kejadian serupa terulang.

“Supaya ini minimal tidak akan terulang dan mudah-mudahan didapat ini barang penumpang,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Bus Koridor 5 Rute Kampus Unhas Gowa-Tamalanrea Kembali Beroperasi

Korban dalam kasus ini adalah Agus Nurcholis, mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Barang yang hilang berupa kamera Canon EOS 1300D di dalam tas kamera hitam dengan nilai diperkirakan lebih dari Rp3 juta.

Agus menuturkan, ia naik Bus Trans Sulsel sekitar pukul 07.45 WITA dari halte Masjid Ikhtiar Kampus Unhas, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

“Sekitar jam 07.45 WITA saya naik bus dari halte Masjid Ikhtiar Kampus Unhas, tepatnya di pintu satu Unhas. Saya duduk di kursi bagian samping belakang yang dekat pintu masuk bus, kursi warna biru,” kata Agus.

Saat itu, kamera disimpan di dalam tas hitam yang dimasukkan ke tote bag merah dan diletakkan di lantai bus.

“Kameranya ada dalam tas hitam, saya letakkan di tote bag warna merah di lantai bus,” ujarnya.

Agus baru menyadari kehilangan tersebut ketika turun di halte dekat Apotek Kimia Farma, Jalan Letjen Hertasning, Makassar.

“Ketika saya turun di halte dekat Apotek Kimia Farma Hertasning, saya ambil tote bag-nya tanpa menyadari kalau tas kameranya terjatuh dari tote bag ketika di dalam bus,” katanya.

BACA JUGA:  Uji Coba Bus Trans Sulsel Koridor 5 Unhas–Gowa Tuai Respons Positif

Dari rekaman CCTV, terlihat seorang pria berbaju hijau tosca muda dan berkacamata naik bus di kawasan Mall Panakkukang, lalu duduk di kursi paling belakang.

“Pas sampai di Mall Panakkukang, bapak itu naik bus yang saya tumpangi,” jelas Agus.

Pria tersebut kemudian berpindah tempat duduk mendekati posisi Agus sebelumnya.

“Bapak itu duduk di kursi paling belakang. Pas ada kesempatan, bapak itu langsung pakai maskernya dan pindah posisi duduk ke sebelah kiri dekat tempat saya sebelumnya,” ungkapnya.

Dalam video, pria itu tampak mengambil tas kamera, membuka dan memeriksa isinya, sebelum turun di terminal Unhas.

“Lalu diambillah itu tas kamera, dia buka tas kameranya, dia lihat ada kamera di dalamnya. Lalu dia bawa turun di terminal Unhas,” lanjut Agus.

Hingga kini, kamera tersebut belum ditemukan. Agus berharap pelaku memiliki itikad baik untuk mengembalikan barangnya dan menyatakan akan melaporkan kejadian ini ke kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru