Mengenal Minas, Minuman Tradisional Khas Sinjai yang Kaya Energi

SulawesiPos.com – Setiap daerah memiliki kuliner khas, termasuk Kabupaten Sinjai di Sulawesi Selatan. Salah satu warisan kuliner daerah ini adalah minuman tradisional bernama Minas, yang telah dikenal dan dikonsumsi masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Nama Minas sendiri merupakan singkatan dari Minuman Khas Sinjai. Namun, masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya dengan nama Irex.

Minuman ini dikenal karena perpaduan rasanya yang unik, memadukan manis, asam, dan gurih dalam satu gelas.

Sekilas tampilannya mungkin tidak biasa, tetapi justru dari kombinasi bahan-bahan sederhananya lahir cita rasa yang membuat Minas tetap bertahan hingga sekarang.

Minas Terbuat dari Tape-Telur Ayam

Minas merupakan minuman tradisional khas Kabupaten Sinjai yang dibuat dari bahan-bahan alami.

Bahan utamanya adalah tape singkong yang dipadukan dengan kuning telur bebek atau telur ayam kampung, susu, dan madu sebagai pemanis alami.

Seluruh bahan tersebut kemudian diolah hingga menghasilkan tekstur kental yang lembut.

Perpaduan tape singkong dan susu menciptakan rasa manis dengan sedikit sentuhan asam yang segar.

BACA JUGA:  Kambeng Kuttu, Penganan Pisang yang Lahir dari Kesederhanaan Suku Bugis

Meski menggunakan telur, Minas tidak meninggalkan aroma amis. Sebaliknya, aroma tape dan susu justru menjadi karakter yang paling menonjol.

Teksturnya yang kental membuat banyak orang menyebut sensasi meminum Minas mirip seperti menikmati smoothie tradisional.

Jadi Favorit Nelayan untuk Tambah Stamina

Di balik kesegarannya, Minas juga menyimpan cerita yang menarik.

Minuman ini pertama kali diracik oleh seorang warga bernama Hasyim di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara. Awalnya, Minas dibuat sebagai minuman untuk berbuka puasa.

Namun seiring waktu, minuman ini semakin dikenal luas oleh masyarakat. Kandungan bahan-bahan alami di dalamnya membuat Minas dipercaya mampu membantu memulihkan tenaga setelah beraktivitas.

Tak heran jika minuman ini kemudian menjadi favorit para nelayan di Sinjai. Sebelum melaut, banyak nelayan mengonsumsi Minas sebagai minuman penambah stamina.

Produksinya pun berkembang pesat sejak tahun 2002, terutama di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa.

Keunikan Minuman Minas

1. Tape Singkong Jadi Bahan Utama

Jika kebanyakan minuman tradisional mengandalkan rempah-rempah, Minas justru menjadikan tape singkong sebagai bahan dasarnya. Inilah yang memberikan rasa khas sekaligus aroma unik.

BACA JUGA:  Putu Pesse’: Kue Ketan Tradisional yang Simple Dibuat Tanpa Proses Masak

2. Perpaduan Bahan yang Tidak Biasa

Tape singkong, telur, susu, dan madu mungkin terdengar seperti kombinasi yang tidak lazim. Namun justru perpaduan inilah yang menciptakan karakter rasa Minas yang sulit ditemukan pada minuman lain.

3. Tekstur Kental dan Mengenyangkan

Tidak hanya menyegarkan, Minas juga cukup mengenyangkan karena memiliki tekstur yang lebih pekat dibandingkan minuman tradisional pada umumnya.

4. Identik sebagai Penambah Energi

Masyarakat Sinjai telah lama mengenal Minas sebagai minuman yang sering dikonsumsi setelah beraktivitas atau saat tubuh membutuhkan tambahan energi.

Di Mana Bisa Menemukan Minas?

Bagi yang penasaran ingin mencicipi langsung minuman khas Sinjai ini, Minas dapat ditemukan di:

Jl. Bulu Saraung No. 15, Bongki, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan

Pilihan harganya cukup terjangkau:

  • Minas ukuran kecil: Rp10.000
  • Minas ukuran besar: Rp30.000

Karena daya tahannya cukup baik, Minas juga sering dijadikan oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Sinjai.

Jadi, kalau selama ini Sinjai dikenal lewat destinasi wisata dan kuliner khasnya, jangan lewatkan mencicipi segelas Minas. Perpaduan tape singkong, susu, madu, dan telur dalam satu gelas mungkin terdengar sederhana, tetapi justru itulah yang membuat minuman tradisional ini tetap bertahan dan dicintai masyarakat hingga sekarang. (Ainun Khairunnisa)

BACA JUGA:  Kambeng-kambeng, Gorengan Sederhana Khas Bugis-Makassar Berbahan Dasar Pisang

SulawesiPos.com – Setiap daerah memiliki kuliner khas, termasuk Kabupaten Sinjai di Sulawesi Selatan. Salah satu warisan kuliner daerah ini adalah minuman tradisional bernama Minas, yang telah dikenal dan dikonsumsi masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Nama Minas sendiri merupakan singkatan dari Minuman Khas Sinjai. Namun, masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya dengan nama Irex.

Minuman ini dikenal karena perpaduan rasanya yang unik, memadukan manis, asam, dan gurih dalam satu gelas.

Sekilas tampilannya mungkin tidak biasa, tetapi justru dari kombinasi bahan-bahan sederhananya lahir cita rasa yang membuat Minas tetap bertahan hingga sekarang.

Minas Terbuat dari Tape-Telur Ayam

Minas merupakan minuman tradisional khas Kabupaten Sinjai yang dibuat dari bahan-bahan alami.

Bahan utamanya adalah tape singkong yang dipadukan dengan kuning telur bebek atau telur ayam kampung, susu, dan madu sebagai pemanis alami.

Seluruh bahan tersebut kemudian diolah hingga menghasilkan tekstur kental yang lembut.

Perpaduan tape singkong dan susu menciptakan rasa manis dengan sedikit sentuhan asam yang segar.

BACA JUGA:  Sekilas Mirip Bubur Manado, Apa yang Membuat Barobbo Khas Bugis Berbeda?

Meski menggunakan telur, Minas tidak meninggalkan aroma amis. Sebaliknya, aroma tape dan susu justru menjadi karakter yang paling menonjol.

Teksturnya yang kental membuat banyak orang menyebut sensasi meminum Minas mirip seperti menikmati smoothie tradisional.

Jadi Favorit Nelayan untuk Tambah Stamina

Di balik kesegarannya, Minas juga menyimpan cerita yang menarik.

Minuman ini pertama kali diracik oleh seorang warga bernama Hasyim di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara. Awalnya, Minas dibuat sebagai minuman untuk berbuka puasa.

Namun seiring waktu, minuman ini semakin dikenal luas oleh masyarakat. Kandungan bahan-bahan alami di dalamnya membuat Minas dipercaya mampu membantu memulihkan tenaga setelah beraktivitas.

Tak heran jika minuman ini kemudian menjadi favorit para nelayan di Sinjai. Sebelum melaut, banyak nelayan mengonsumsi Minas sebagai minuman penambah stamina.

Produksinya pun berkembang pesat sejak tahun 2002, terutama di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa.

Keunikan Minuman Minas

1. Tape Singkong Jadi Bahan Utama

Jika kebanyakan minuman tradisional mengandalkan rempah-rempah, Minas justru menjadikan tape singkong sebagai bahan dasarnya. Inilah yang memberikan rasa khas sekaligus aroma unik.

BACA JUGA:  Putu Pesse’: Kue Ketan Tradisional yang Simple Dibuat Tanpa Proses Masak

2. Perpaduan Bahan yang Tidak Biasa

Tape singkong, telur, susu, dan madu mungkin terdengar seperti kombinasi yang tidak lazim. Namun justru perpaduan inilah yang menciptakan karakter rasa Minas yang sulit ditemukan pada minuman lain.

3. Tekstur Kental dan Mengenyangkan

Tidak hanya menyegarkan, Minas juga cukup mengenyangkan karena memiliki tekstur yang lebih pekat dibandingkan minuman tradisional pada umumnya.

4. Identik sebagai Penambah Energi

Masyarakat Sinjai telah lama mengenal Minas sebagai minuman yang sering dikonsumsi setelah beraktivitas atau saat tubuh membutuhkan tambahan energi.

Di Mana Bisa Menemukan Minas?

Bagi yang penasaran ingin mencicipi langsung minuman khas Sinjai ini, Minas dapat ditemukan di:

Jl. Bulu Saraung No. 15, Bongki, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan

Pilihan harganya cukup terjangkau:

  • Minas ukuran kecil: Rp10.000
  • Minas ukuran besar: Rp30.000

Karena daya tahannya cukup baik, Minas juga sering dijadikan oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Sinjai.

Jadi, kalau selama ini Sinjai dikenal lewat destinasi wisata dan kuliner khasnya, jangan lewatkan mencicipi segelas Minas. Perpaduan tape singkong, susu, madu, dan telur dalam satu gelas mungkin terdengar sederhana, tetapi justru itulah yang membuat minuman tradisional ini tetap bertahan dan dicintai masyarakat hingga sekarang. (Ainun Khairunnisa)

BACA JUGA:  Cendolo Tawaro, Segarnya Es Sagu Khas Sulsel yang Mulai Langka

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru