SulawesiPos.com – Arsenal untuk sementara berada di atas angin pada babak pertama Final Liga Champions UEFA 2026 setelah unggul 1-0 atas Paris Saint-Germain (PSG) pada Minggu dinihari di Arena Puskás, Budapest.
Gol semata wayang The Gunners lahir sangat cepat ketika pertandingan baru berjalan lima menit.
Kai Havertz berhasil memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang PSG sebelum melepaskan penyelesaian akhir yang gagal diantisipasi kiper lawan.
Gol tersebut menjadi awal yang sempurna bagi skuad asuhan Mikel Arteta yang datang ke partai final dengan ambisi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Setelah tertinggal, PSG langsung mengambil inisiatif permainan dan menguasai jalannya pertandingan.
Klub asal Prancis itu mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 75 persen sepanjang babak pertama.
Namun dominasi tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi peluang berbahaya.
Barisan pertahanan Arsenal tampil disiplin dan mampu mematahkan berbagai upaya serangan yang dibangun PSG.
Meski unggul jauh dalam penguasaan bola, Les Parisiens justru belum mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran hingga turun minum.
Sebaliknya, Arsenal bermain lebih pragmatis dan efektif.
Dari sedikit peluang yang mereka miliki, satu di antaranya berhasil dikonversi menjadi gol oleh Havertz.
Arsenal menutup 45 menit pertama dengan keunggulan tipis 1-0.
PSG mencatatkan penguasaan bola sebesar 75 persen, sementara Arsenal hanya 25 persen.
Dari sisi peluang, PSG melepaskan lima tembakan, sedangkan Arsenal menghasilkan dua percobaan.
Meski demikian, hanya Arsenal yang mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran melalui gol Havertz.
PSG masih kesulitan menemukan celah untuk menguji penjaga gawang Arsenal.
Salah satu faktor utama keunggulan Arsenal adalah solidnya pertahanan yang mereka tampilkan sepanjang babak pertama.
Duet bek tengah Arsenal mampu meredam pergerakan para penyerang PSG, sementara lini tengah bekerja keras memutus aliran bola sebelum memasuki area berbahaya.
Strategi bertahan rapat sambil mengandalkan serangan balik cepat terbukti efektif dalam menghadapi dominasi penguasaan bola PSG.
Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut hingga akhir pertandingan, Arsenal berpeluang besar mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.
Meski tertinggal, PSG masih memiliki banyak waktu untuk membalikkan keadaan.
Dominasi permainan yang mereka tunjukkan sepanjang babak pertama menjadi modal penting memasuki 45 menit berikutnya.
Pelatih PSG kemungkinan akan melakukan sejumlah penyesuaian taktik untuk meningkatkan efektivitas serangan dan menciptakan lebih banyak peluang berbahaya.
Di sisi lain, Arsenal diperkirakan tetap mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin sambil mencari kesempatan melalui serangan balik.
Dengan hanya satu gol yang memisahkan kedua tim, babak kedua Final Liga Champions UEFA 2026 diprediksi berlangsung jauh lebih sengit dan penuh drama hingga peluit panjang dibunyikan.

