SulawesiPos.com – Operasi pencarian terhadap dua bocah yang hanyut di Sungai Walanae, Kelurahan Paduppa, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, resmi ditutup pada Jumat (29/5/2026) siang.
Kedua korban, Akbar (11) dan Fatir (10), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus deras sejak Kamis (28/5/2026) sore.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa operasi pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WITA.
Tim SAR gabungan diterjunkan dan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) menggunakan perahu karet untuk menyisir aliran sungai.
“Arus sungai yang deras dan kondisi air yang keruh berwarna cokelat menjadi kendala utama dalam proses pencarian,” ujar Andi Sultan, Jumat (29/5/2026).
Korban pertama atas nama Akbar (11) berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada pukul 09.25 WITA.
Jasad korban ditemukan mengapung pada koordinat sekitar 12 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Lamaddukelleng, Kota Sengkang, untuk proses identifikasi.
Tak lama berselang, pada pukul 11.30 WITA, korban kedua atas nama Fatir (10) ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad Fatir ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban menuju rumah duka.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Tim SAR gabungan menggelar debriefing pada pukul 13.20 WITA dan menyatakan operasi penyelamatan ini resmi berakhir.
“Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” pungkas Andi Sultan.
Operasi kemanusiaan berskala besar ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, antara lain Basarnas Pos SAR Bone, TNI-Polri, BPBD, Damkar, PMI Kabupaten Wajo, PSPB, Tagana, relawan, serta masyarakat setempat. (mn Abdurrahman)

