SulawesiPos.com – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kota Makassar setelah kondisi kumuh di bawah Tol Layang Pettarani, dekat kawasan Universitas Negeri Makassar (UNM), viral di media sosial pada Kamis (28/5/2026).
Area yang sebelumnya dipenuhi sampah dan botol minuman keras akhirnya langsung dibersihkan oleh tim kebersihan Kota Makassar hanya beberapa jam setelah keluhan warga dipublikasikan.
Peristiwa ini mendapat banyak apresiasi dari masyarakat karena dinilai menjadi bukti bahwa laporan warga benar-benar didengar dan ditindaklanjuti dengan cepat.
Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi bawah Tol Layang Pettarani yang terlihat kotor dan tidak terawat.
Lokasi tersebut dipenuhi sampah berserakan, termasuk botol-botol minuman keras yang diduga ditinggalkan oleh sekelompok pemuda yang sering nongkrong di area itu.
Unggahan mengenai kondisi tersebut langsung menyita perhatian publik di media sosial. Banyak warga menyayangkan fasilitas umum di tengah Kota Makassar dibiarkan kumuh dan tidak nyaman dipandang.
“Pagi tadi kami memposting kondisi kumuh di bawah Tol Layang Pettarani yang dipenuhi sampah bahkan bekas botol minuman keras,” tulis akun media sosial yang pertama kali mengunggah kondisi lokasi tersebut.
Tak membutuhkan waktu lama, pada malam harinya tim kebersihan Kota Makassar langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
Seluruh sampah yang berserakan di area bawah tol diangkut dan dibersihkan.
Botol-botol minuman keras yang sebelumnya memenuhi lokasi juga ikut dibuang.
Setelah proses pembersihan selesai, area tersebut tampak jauh lebih bersih dan tertata dibanding sebelumnya.
Warga pun memberikan apresiasi kepada petugas kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar yang dinilai bergerak cepat merespons laporan masyarakat.
“Ini adalah bukti nyata bahwa suara warga didengar,” tulis warga dalam unggahan lanjutan mereka.
Respons cepat ini membuat banyak warga memberikan pujian kepada Pemerintah Kota Makassar.
Beberapa pihak secara khusus menyampaikan apresiasi kepada:
- Tim Kebersihan Kota Makassar yang turun langsung pada malam hari
- Dinas Lingkungan Hidup Makassar yang cepat merespons laporan
- Pemerintah Kota Makassar atas tindakan nyata di lapangan
Banyak netizen berharap langkah cepat seperti ini bisa terus dipertahankan dalam menangani persoalan fasilitas publik dan kebersihan kota.
Meski area tersebut sudah dibersihkan, warga menilai masalah ini tidak boleh berhenti sampai di situ saja.
Masyarakat meminta adanya langkah jangka panjang agar lokasi bawah Tol Layang Pettarani tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah maupun lokasi nongkrong yang meresahkan.
Beberapa usulan yang disampaikan warga antara lain:
- Patroli rutin di area bawah tol
- Penambahan tempat sampah umum
- Pemasangan CCTV untuk pengawasan 24 jam
- Penertiban aktivitas yang merusak fasilitas umum
Selain itu, warga juga berharap ada edukasi kepada masyarakat, khususnya anak muda, agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Warga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menghormati fasilitas publik yang dibangun menggunakan uang rakyat.
“Jaga kebersihan area publik, buang sampah pada tempatnya, dan hormati fasilitas umum,” tulis salah satu warga dalam unggahannya.
Ke depan, masyarakat berharap area-area publik di Makassar bisa terus dijaga agar tetap bersih, aman, dan nyaman digunakan semua orang.
Respons cepat terhadap laporan warga ini juga dinilai menjadi contoh positif kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga wajah kota Makassar.

