Dari Benih Gratis hingga Alat Pertanian, Mentan Amran Bawa Bantuan Besar untuk korban banjir Sultra

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menangani dampak banjir di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari dan tiga kabupaten terdampak lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau langsung kondisi pascabanjir di Kendari, Sultra. Amran mengaku dirinya langsung bertolak ke daerah terdampak usai menerima laporan terkait kondisi masyarakat dan sektor pertanian yang terdampak bencana.

“Kami mewakili pemerintah pusat. Tadi subuh saya putuskan berangkat langsung untuk menyelesaikan masalah. Yang pertama adalah sumber air. Ternyata ada tanggul yang jebol, dan kami sudah meminta Balai Wilayah Sungai untuk menyelesaikannya dalam waktu satu minggu agar segera dikerjakan,” ujar Amran.

Selain penanganan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan sektor pertanian. Kementerian Pertanian meminta Bulog membangun fasilitas pengering gabah atau dryer di gudang penyimpanan guna membantu petani pascabanjir.

“Yang kedua adalah dryer. Kami meminta Bulog membangun dryer di gudangnya agar persoalan petani bisa terselesaikan,” katanya.

BACA JUGA: 
Perkuat Swasembada, Mentan Amran Minta Kontrak Cetak Sawah Rakyat 101 Ribu Hektare Tuntas dalam Sebulan
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, meninjau langsung kondisi pascabanjir di Kendari, Sultra
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, meninjau langsung kondisi pascabanjir di Kendari, Sultra

Amran juga memastikan bantuan bagi petani terdampak akan segera disalurkan. Pemerintah pusat menyiapkan benih padi gratis untuk lahan pertanian seluas 2.000 hektare di tiga kabupaten yang terdampak banjir.

“Semua wilayah yang terkena banjir akan kami berikan benih padi gratis untuk 2.000 hektare,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah turut mengirimkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa 20 unit traktor serta lima unit combine harvester yang nantinya akan dibagikan secara proporsional oleh pemerintah daerah.

“Kami juga kirimkan 20 traktor, nanti Pak Wakil Gubernur yang membagi. Kemudian combine harvester juga kami berikan lima unit untuk dibagikan secara proporsional,” jelas Amran.

Dalam kesempatan itu, Amran menyebut bantuan logistik juga mulai disalurkan. Pemerintah pusat telah menyiapkan 30 ton bantuan pangan serta 1.500 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak.

“Sekarang sudah ada 30 ton bantuan, kemudian minyak goreng 1.500 liter, dan itu kami kirim sekarang,” katanya.

BACA JUGA: 
Prof Munawir: Andi Amran Sulaiman, Ketegasan yang Berakar, Kepedulian yang Berbuah

Ia menegaskan, langkah cepat pemerintah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh jajaran kementerian bergerak cepat merespons keluhan masyarakat di berbagai daerah.

“Inilah pemerintah bergerak cepat atas perintah Bapak Presiden. Kami rapat kemarin dan memantau seluruh Indonesia, apa keluhan rakyat, lalu kami turun langsung. Pagi ini kami membawa solusi, bukan membawa narasi,” tegasnya.

Reporter : Andri

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menangani dampak banjir di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari dan tiga kabupaten terdampak lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau langsung kondisi pascabanjir di Kendari, Sultra. Amran mengaku dirinya langsung bertolak ke daerah terdampak usai menerima laporan terkait kondisi masyarakat dan sektor pertanian yang terdampak bencana.

“Kami mewakili pemerintah pusat. Tadi subuh saya putuskan berangkat langsung untuk menyelesaikan masalah. Yang pertama adalah sumber air. Ternyata ada tanggul yang jebol, dan kami sudah meminta Balai Wilayah Sungai untuk menyelesaikannya dalam waktu satu minggu agar segera dikerjakan,” ujar Amran.

Selain penanganan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan sektor pertanian. Kementerian Pertanian meminta Bulog membangun fasilitas pengering gabah atau dryer di gudang penyimpanan guna membantu petani pascabanjir.

“Yang kedua adalah dryer. Kami meminta Bulog membangun dryer di gudangnya agar persoalan petani bisa terselesaikan,” katanya.

BACA JUGA: 
Di Rakornas Pemerintah Pusat–Daerah 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Pilar Utama Bangsa
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, meninjau langsung kondisi pascabanjir di Kendari, Sultra
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, meninjau langsung kondisi pascabanjir di Kendari, Sultra

Amran juga memastikan bantuan bagi petani terdampak akan segera disalurkan. Pemerintah pusat menyiapkan benih padi gratis untuk lahan pertanian seluas 2.000 hektare di tiga kabupaten yang terdampak banjir.

“Semua wilayah yang terkena banjir akan kami berikan benih padi gratis untuk 2.000 hektare,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah turut mengirimkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa 20 unit traktor serta lima unit combine harvester yang nantinya akan dibagikan secara proporsional oleh pemerintah daerah.

“Kami juga kirimkan 20 traktor, nanti Pak Wakil Gubernur yang membagi. Kemudian combine harvester juga kami berikan lima unit untuk dibagikan secara proporsional,” jelas Amran.

Dalam kesempatan itu, Amran menyebut bantuan logistik juga mulai disalurkan. Pemerintah pusat telah menyiapkan 30 ton bantuan pangan serta 1.500 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak.

“Sekarang sudah ada 30 ton bantuan, kemudian minyak goreng 1.500 liter, dan itu kami kirim sekarang,” katanya.

BACA JUGA: 
Nilai Ekspor Kakao Tembus US$ 2,65 Miliar, Hilirisasi Jadi Kunci

Ia menegaskan, langkah cepat pemerintah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh jajaran kementerian bergerak cepat merespons keluhan masyarakat di berbagai daerah.

“Inilah pemerintah bergerak cepat atas perintah Bapak Presiden. Kami rapat kemarin dan memantau seluruh Indonesia, apa keluhan rakyat, lalu kami turun langsung. Pagi ini kami membawa solusi, bukan membawa narasi,” tegasnya.

Reporter : Andri

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru