24 C
Makassar
18 January 2026, 20:46 PM WITA

Onde-Onde, Warisan Kuliner Bugis-Makassar yang Wajib Hadir di Acara Adat

Overview

  • Onde-onde hijau khas Makassar merupakan kue tradisional berisi gula merah yang sarat nilai budaya dan filosofi hidup masyarakat Bugis-Makassar.

  • Makanan ini wajib hadir dalam berbagai acara adat dan syukuran sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang manis.

  • Onde-onde hijau telah dikenal dan dikonsumsi masyarakat lokal sejak masa sebelum masuknya Islam di Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Onde-onde hijau berisi gula merah merupakan salah satu makanan tradisional khas Bugis-Makassar yang masih dikenal hingga kini.

Kue tradisional ini terbuat dari tepung ketan dengan tambahan santan serta pewarna alami dari daun pandan atau suji, sehingga menghasilkan warna hijau yang khas dan aroma yang lembut.

Teksturnya kenyal di luar dengan isian gula merah cair di dalam menjadikannya camilan sederhana namun kaya rasa.

Bagi masyarakat Bugis-Makassar, onde-onde bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari ingatan kolektif dan tradisi keluarga yang terus dijaga.

Asal-Usul dan Jejak Sejarah

Meski tidak tercatat secara tertulis, namun onde-onde diketahui sudah ada jauh sebelum Islam masuk.

Baca Juga: 
Ide Lauk Buka Puasa Praktis, Lengkap dengan Bahan dan Cara Membuat

Kue tradisional Bugis-Makassar ini bahkan masuk Deppa Pitu atau kue tujuh rupa dalam naskah sejarah Bugis-Makassar.

Overview

  • Onde-onde hijau khas Makassar merupakan kue tradisional berisi gula merah yang sarat nilai budaya dan filosofi hidup masyarakat Bugis-Makassar.

  • Makanan ini wajib hadir dalam berbagai acara adat dan syukuran sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang manis.

  • Onde-onde hijau telah dikenal dan dikonsumsi masyarakat lokal sejak masa sebelum masuknya Islam di Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Onde-onde hijau berisi gula merah merupakan salah satu makanan tradisional khas Bugis-Makassar yang masih dikenal hingga kini.

Kue tradisional ini terbuat dari tepung ketan dengan tambahan santan serta pewarna alami dari daun pandan atau suji, sehingga menghasilkan warna hijau yang khas dan aroma yang lembut.

Teksturnya kenyal di luar dengan isian gula merah cair di dalam menjadikannya camilan sederhana namun kaya rasa.

Bagi masyarakat Bugis-Makassar, onde-onde bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari ingatan kolektif dan tradisi keluarga yang terus dijaga.

Asal-Usul dan Jejak Sejarah

Meski tidak tercatat secara tertulis, namun onde-onde diketahui sudah ada jauh sebelum Islam masuk.

Baca Juga: 
Mie Titi, Kuliner Legendaris Khas Makassar yang Tetap Eksis hingga Kini

Kue tradisional Bugis-Makassar ini bahkan masuk Deppa Pitu atau kue tujuh rupa dalam naskah sejarah Bugis-Makassar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/