Hadir Secara Sukarela, 1.773 ASN Ikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan 2026 di Halim Perdanakusuma

SulawesiPos.com – Sebanyak 1.773 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I Tahun Anggaran 2026.

Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan ini secara resmi dibuka pada Rabu (22/4/2026) di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Upacara pembukaan dipimpin oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema.

Para peserta berasal dari 55 kementerian dan lembaga di tingkat pusat, termasuk Kementerian Sekretariat Negara.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembentukan Komcad dari unsur birokrasi merupakan bagian dari implementasi sistem pertahanan semesta.

“Di tengah berbagai ancaman yang semakin kompleks, komponen cadangan berperan sebagai kekuatan tambahan yang dapat dikerahkan untuk memperkuat komponen utama, sekaligus meningkatkan ketahanan nasional,” ujar Menhan dalam amanat yang dibacakan Kabacadnas pada Rabu (22/4/2026).

Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar dalam memperkuat kesiapan nasional menghadapi berbagai potensi ancaman.

Bersifat Sukarela

Kabacadnas menekankan bahwa keikutsertaan ASN dalam program Komcad tidak bersifat wajib, melainkan sukarela.

BACA JUGA: 
Setiap Jumat WFH, Kebijakan Baru ASN Tunggu Pengumuman Resmi

“Ini bukan wajib militer, melainkan tumbuh secara sukarela. Kita berharap modal awal kebersamaan ini melahirkan sikap, karakter, dan mental yang baik dari para ASN untuk meningkatkan etos kerja saat mereka kembali ke instansinya masing-masing,” ujarnya.

Selain aspek pertahanan, pelatihan ini juga diarahkan untuk membentuk disiplin dan karakter abdi negara.

Pelatihan dasar kemiliteran ini akan berlangsung hingga 5 Juni 2026. Ke depan, Kementerian Pertahanan menargetkan pembentukan 4.000 ASN sebagai anggota Komcad sepanjang tahun ini.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat bela negara, sejalan dengan visi Indonesia Emas.

SulawesiPos.com – Sebanyak 1.773 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I Tahun Anggaran 2026.

Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan ini secara resmi dibuka pada Rabu (22/4/2026) di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Upacara pembukaan dipimpin oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema.

Para peserta berasal dari 55 kementerian dan lembaga di tingkat pusat, termasuk Kementerian Sekretariat Negara.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembentukan Komcad dari unsur birokrasi merupakan bagian dari implementasi sistem pertahanan semesta.

“Di tengah berbagai ancaman yang semakin kompleks, komponen cadangan berperan sebagai kekuatan tambahan yang dapat dikerahkan untuk memperkuat komponen utama, sekaligus meningkatkan ketahanan nasional,” ujar Menhan dalam amanat yang dibacakan Kabacadnas pada Rabu (22/4/2026).

Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar dalam memperkuat kesiapan nasional menghadapi berbagai potensi ancaman.

Bersifat Sukarela

Kabacadnas menekankan bahwa keikutsertaan ASN dalam program Komcad tidak bersifat wajib, melainkan sukarela.

BACA JUGA: 
Haidar Alwi Tanggapi Putusan MK Tentang Penugasan Polri di Jabatan ASN

“Ini bukan wajib militer, melainkan tumbuh secara sukarela. Kita berharap modal awal kebersamaan ini melahirkan sikap, karakter, dan mental yang baik dari para ASN untuk meningkatkan etos kerja saat mereka kembali ke instansinya masing-masing,” ujarnya.

Selain aspek pertahanan, pelatihan ini juga diarahkan untuk membentuk disiplin dan karakter abdi negara.

Pelatihan dasar kemiliteran ini akan berlangsung hingga 5 Juni 2026. Ke depan, Kementerian Pertahanan menargetkan pembentukan 4.000 ASN sebagai anggota Komcad sepanjang tahun ini.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat bela negara, sejalan dengan visi Indonesia Emas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru