Desa Wisata Jadi Mesin Baru Ekonomi Sulsel, Aktivitas Warga Ikut Tumbuh

SulawesiPos.com – Pengembangan desa wisata di Sulawesi Selatan kini mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulsel mendorong optimalisasi ratusan desa wisata sebagai penggerak ekonomi berbasis lokal yang menyentuh langsung warga.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 668 desa wisata tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

Potensi ini dimanfaatkan sebagai destinasi rekreasi, dan juga sebagai ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil, kreator lokal, hingga sektor jasa di tingkat desa.

Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menyebut tren sektor pariwisata di daerah terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan jumlah wisatawan dinilai menjadi salah satu indikator bahwa desa wisata mulai dilirik sebagai alternatif destinasi.

Data dari Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel pada 2025 mencapai 14.685 orang, naik lebih dari tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara juga melonjak signifikan mencapai 16,46 persen selama 2025, menandakan tingginya minat terhadap wisata berbasis budaya dan pengalaman lokal.

BACA JUGA: 
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Masih Terbatas, Sekda Sulsel Sebut Adopsi Kendaraan Listrik Belum Optimal

Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Sektor seperti kuliner, penginapan, transportasi lokal, hingga produk kerajinan mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya mobilitas wisatawan.

“Hal ini menunjukkan peran strategis pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah,” ujar Jufri dikutip Jumat (17/4/2026).

Tak hanya itu, desa wisata juga membuka peluang kerja baru. Masyarakat kini tidak hanya bergantung pada sektor pertanian atau pekerjaan konvensional, tetapi mulai terlibat dalam ekosistem pariwisata, mulai dari pengelola homestay, pemandu wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah pun ikut terdongkrak.

Sub sektor akomodasi dan makan minum menunjukkan peningkatan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah juga memperkuat promosi melalui berbagai ajang nasional seperti Anugerah Desa Wisata Indonesia serta mendorong event lokal masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara.

Strategi ini dinilai efektif dalam meningkatkan daya tarik desa wisata secara berkelanjutan.

BACA JUGA: 
Serahkan LHP Kinerja Bank Sulselbar, BPK Sulsel Catat Capaian Positif

Sejumlah capaian turut memperkuat posisi Sulsel di sektor pariwisata nasional.

Dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) pada 2025, putra daerah Muhammad Ikhwan AM berhasil meraih penghargaan sebagai Local Hero in Tourism.

Sementara destinasi seperti Puncak Bila di Sidrap meraih Juara Harapan III dalam jajaran destinasi unggulan tingkat nasional.

SulawesiPos.com – Pengembangan desa wisata di Sulawesi Selatan kini mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulsel mendorong optimalisasi ratusan desa wisata sebagai penggerak ekonomi berbasis lokal yang menyentuh langsung warga.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 668 desa wisata tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

Potensi ini dimanfaatkan sebagai destinasi rekreasi, dan juga sebagai ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil, kreator lokal, hingga sektor jasa di tingkat desa.

Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menyebut tren sektor pariwisata di daerah terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan jumlah wisatawan dinilai menjadi salah satu indikator bahwa desa wisata mulai dilirik sebagai alternatif destinasi.

Data dari Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel pada 2025 mencapai 14.685 orang, naik lebih dari tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara juga melonjak signifikan mencapai 16,46 persen selama 2025, menandakan tingginya minat terhadap wisata berbasis budaya dan pengalaman lokal.

BACA JUGA: 
APPI Resmi Jalankan Kepengurusan Baru, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Sektor seperti kuliner, penginapan, transportasi lokal, hingga produk kerajinan mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya mobilitas wisatawan.

“Hal ini menunjukkan peran strategis pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah,” ujar Jufri dikutip Jumat (17/4/2026).

Tak hanya itu, desa wisata juga membuka peluang kerja baru. Masyarakat kini tidak hanya bergantung pada sektor pertanian atau pekerjaan konvensional, tetapi mulai terlibat dalam ekosistem pariwisata, mulai dari pengelola homestay, pemandu wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah pun ikut terdongkrak.

Sub sektor akomodasi dan makan minum menunjukkan peningkatan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah juga memperkuat promosi melalui berbagai ajang nasional seperti Anugerah Desa Wisata Indonesia serta mendorong event lokal masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara.

Strategi ini dinilai efektif dalam meningkatkan daya tarik desa wisata secara berkelanjutan.

BACA JUGA: 
Diskusi Luwu Raya, Jufri Rahman Sebut Pemekaran Dapat Sinyal Positif Dari Pemerintah Pusat

Sejumlah capaian turut memperkuat posisi Sulsel di sektor pariwisata nasional.

Dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) pada 2025, putra daerah Muhammad Ikhwan AM berhasil meraih penghargaan sebagai Local Hero in Tourism.

Sementara destinasi seperti Puncak Bila di Sidrap meraih Juara Harapan III dalam jajaran destinasi unggulan tingkat nasional.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru