Imigrasi Parepare Gencarkan Digitalisasi, Aplikasi All Indonesia Mulai Disosialisasikan

SulawesiPos.com – Upaya modernisasi layanan keimigrasian terus diperkuat Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare melalui pengenalan sistem berbasis digital kepada berbagai pihak di wilayah Ajatappareng.

Langkah ini dilakukan dengan menyosialisasikan penggunaan Aplikasi All Indonesia kepada instansi pemerintah, pelaku travel umrah, hingga media.

Program ini menjadi bagian dari transformasi layanan, khususnya dalam menggantikan kartu kedatangan manual yang selama ini digunakan dalam proses pemeriksaan keimigrasian.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Hijrana Rahim, mengatakan penerapan sistem digital merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.

Menurutnya, penggunaan aplikasi akan mempermudah proses kedatangan penumpang karena data dapat diinput lebih awal dan terintegrasi secara sistem.

Melalui aplikasi ini, proses kedatangan penumpang di Indonesia menjadi lebih cepat, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya dikutip Kamis (16/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis terkait cara penggunaan aplikasi.

Materi disampaikan oleh Kepala Sub Seksi Teknologi Informasi, Nurlinda Alla, yang menguraikan alur pengisian data hingga manfaat sistem digital dalam mendukung layanan keimigrasian.

BACA JUGA: 
Tiga Bulan Hilang, Pelajar 15 Tahun Asal Parepare Ditemukan di Bantaeng

Diskusi yang berlangsung turut melibatkan berbagai peserta dari wilayah Ajatappareng, meliputi Kabupaten Sidrap, Barru, Pinrang, dan Kota Parepare.

Sejumlah pertanyaan muncul terkait kesiapan implementasi aplikasi di lapangan.

Pihak imigrasi menilai keterlibatan travel umrah dan media menjadi strategi penting untuk memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat.

SulawesiPos.com – Upaya modernisasi layanan keimigrasian terus diperkuat Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare melalui pengenalan sistem berbasis digital kepada berbagai pihak di wilayah Ajatappareng.

Langkah ini dilakukan dengan menyosialisasikan penggunaan Aplikasi All Indonesia kepada instansi pemerintah, pelaku travel umrah, hingga media.

Program ini menjadi bagian dari transformasi layanan, khususnya dalam menggantikan kartu kedatangan manual yang selama ini digunakan dalam proses pemeriksaan keimigrasian.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Hijrana Rahim, mengatakan penerapan sistem digital merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.

Menurutnya, penggunaan aplikasi akan mempermudah proses kedatangan penumpang karena data dapat diinput lebih awal dan terintegrasi secara sistem.

Melalui aplikasi ini, proses kedatangan penumpang di Indonesia menjadi lebih cepat, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya dikutip Kamis (16/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis terkait cara penggunaan aplikasi.

Materi disampaikan oleh Kepala Sub Seksi Teknologi Informasi, Nurlinda Alla, yang menguraikan alur pengisian data hingga manfaat sistem digital dalam mendukung layanan keimigrasian.

BACA JUGA: 
Tiga Bulan Hilang, Pelajar 15 Tahun Asal Parepare Ditemukan di Bantaeng

Diskusi yang berlangsung turut melibatkan berbagai peserta dari wilayah Ajatappareng, meliputi Kabupaten Sidrap, Barru, Pinrang, dan Kota Parepare.

Sejumlah pertanyaan muncul terkait kesiapan implementasi aplikasi di lapangan.

Pihak imigrasi menilai keterlibatan travel umrah dan media menjadi strategi penting untuk memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru