Golkar: 11 Kali Pemenang Pemilu Legislatif di Sulsel, Kini Dikalahkan Sempalannya

SulawesiPos.com – Sejak didirikan 61 tahun silam, Partai Golkar tercatat 11 kali menjadi pemenang di Pemilu Legislatif di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di masa Orde Baru, Golkar 6 kali menang mutlak. Sedangkan di era Reformasi partai berlambang pohon beringin ini mencatatkan diri sebagai pemenang sebanyak 5 kali: Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009, Pemilu 2014, dan Pemilu 2019.

Sayangnya, rekor tidak terkalahkan selama 11 Pemilu, akhirnya terhenti di Pemilu 2024. Golkar dikalahkan partai sempalannya (splinter party), Partai Nasdem, yang didirikan mantan kadernya sendiri, Surya Paloh.

Mirisnya lagi, Golkar Sulsel dikalahkan politisi yang ia besarkan sendiri, yakni Rusdi Masse, yang sebelum di Golkar merupakan kader Partai Bintang Reformasi, dan saat ini sudah berpindah lagi dari Nasdem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Posisi Ketua DPRD Sulsel juga direbut, dari ketua sebelumnya, Andi Ina Kartika Sari, digantikan kader Nasdem Andi Rachmatika Dewi.

BACA JUGA:

BACA JUGA: 
Musda XI Golkar Diupayakan Digelar Pertengahan April

Pengamat politik FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Muhammad Randhy Akbar, menilai Golkar Sulsel masih memiliki peluang merebut kembali kejayaannya sebagai lumbung suara di Sulsel, dengan membangkitkan kembali semangat kapital politiknya yang telah mapan sebelumnya, di antaranya jejaring kultural Golkar, jejaring kader petahana di pemerintahan daerah dan kader-kadernya yang duduk di legislatif.

“Melalui modal infrastruktur politik yang matang ini, posisi tawar Golkar secara analitis dipandang tetap substansial untuk mengonversi pengaruh ketokohan lokal menjadi perolehan kursi kolektif guna menggeser dominasi competitor,” jelas Randhy.

Randhy menegaskan, momentum suksesi pimpinan Golkar Sulsel, sepeninggal Taufan Pawe, bisa menjadi titik balik meraih kembali kemenangan di Sulsel, dengan hadirnya ketua Golkar Sulsel yang baru dengan struktur kepengurusan yang akomodatif dan mampu mentransformasi faksi-faksi menjadi energi kolektif yang saling berpadu.

“Soliditas lintas kubu inilah yang mutlak dibutuhkan sebagai landasan untuk merumuskan pola koalisi strategis dan taktik pemenangan di daerah-daerah pemilihan yang memiliki tingkat persaingan ketat,” ujar kandidat doktor Ilmu Politik Universitas Hasanuddin ini.

Sementara menurut pengurus Golkar Sulsel yang juga Steering Comittee (SC) Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, jelang pelaksanaan Musda XI Golkar Sulsel, yang dijadwalkan April ini, pihaknya sedang merancang program Catur Sukses yang akan menjadi road map bagi kepengurusan Golkar Sulsel yang lahir dari Musda, yang terdiri dari 4 poin utama, yaitu Sukses Konsolidasi Organisasi, Sukses Pengaderan, Sukses Program Penggalangan, serta Sukses Pemenangan di Pileg, Pilkada, dan Pilpres.

BACA JUGA:

BACA JUGA: 
Rebut Kembali Kejayaan: Strategi "Mesin Tua" Golkar Sulsel Menghadapi Gempuran Kompetitor

“Ketua dan pengurus periode berikutnya memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan strategi Catur Sukses tersebut, demi misi mengembalikan posisi Golkar sebagai pemenang di Sulsel, program ini nanti kita plenokan dalam rapat sebelum Musda,” tutup mantan legislatif Golkar Sulsel dua periode ini.

Perbandingan Hasil Pileg 2019 dan Pileg 2024:

Tahun 2019

  1. Golkar 13 kursi
  2. Nasdem 12 kursi
  3. Gerindra 11 kursi
  4. Demokrat 10 kursi
  5. PKS 8 kursi
  6. PKB 8 Kursi
  7. PDIP 8 kursi
  8. PAN 7 kursi
  9. PPP 6 kursi
  10. Hanura 1 kursi
  11. Perindo 1 kursi

Tahun 2024

  1. Nasdem 17 kursi
  2. Golkar 14 kursi
  3. Gerindra 13 kursi
  4. Demokrat 7 kursi
  5. PKS 7 kursi
  6. PKB 8 kursi
  7. PPP 8 kursi
  8. PDIP 6 kursi
  9. PAN 4 kursi
  10. Hanura 1 kursi

SulawesiPos.com – Sejak didirikan 61 tahun silam, Partai Golkar tercatat 11 kali menjadi pemenang di Pemilu Legislatif di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di masa Orde Baru, Golkar 6 kali menang mutlak. Sedangkan di era Reformasi partai berlambang pohon beringin ini mencatatkan diri sebagai pemenang sebanyak 5 kali: Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009, Pemilu 2014, dan Pemilu 2019.

Sayangnya, rekor tidak terkalahkan selama 11 Pemilu, akhirnya terhenti di Pemilu 2024. Golkar dikalahkan partai sempalannya (splinter party), Partai Nasdem, yang didirikan mantan kadernya sendiri, Surya Paloh.

Mirisnya lagi, Golkar Sulsel dikalahkan politisi yang ia besarkan sendiri, yakni Rusdi Masse, yang sebelum di Golkar merupakan kader Partai Bintang Reformasi, dan saat ini sudah berpindah lagi dari Nasdem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Posisi Ketua DPRD Sulsel juga direbut, dari ketua sebelumnya, Andi Ina Kartika Sari, digantikan kader Nasdem Andi Rachmatika Dewi.

BACA JUGA:

BACA JUGA: 
Musda XI Golkar Diupayakan Digelar Pertengahan April

Pengamat politik FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Muhammad Randhy Akbar, menilai Golkar Sulsel masih memiliki peluang merebut kembali kejayaannya sebagai lumbung suara di Sulsel, dengan membangkitkan kembali semangat kapital politiknya yang telah mapan sebelumnya, di antaranya jejaring kultural Golkar, jejaring kader petahana di pemerintahan daerah dan kader-kadernya yang duduk di legislatif.

“Melalui modal infrastruktur politik yang matang ini, posisi tawar Golkar secara analitis dipandang tetap substansial untuk mengonversi pengaruh ketokohan lokal menjadi perolehan kursi kolektif guna menggeser dominasi competitor,” jelas Randhy.

Randhy menegaskan, momentum suksesi pimpinan Golkar Sulsel, sepeninggal Taufan Pawe, bisa menjadi titik balik meraih kembali kemenangan di Sulsel, dengan hadirnya ketua Golkar Sulsel yang baru dengan struktur kepengurusan yang akomodatif dan mampu mentransformasi faksi-faksi menjadi energi kolektif yang saling berpadu.

“Soliditas lintas kubu inilah yang mutlak dibutuhkan sebagai landasan untuk merumuskan pola koalisi strategis dan taktik pemenangan di daerah-daerah pemilihan yang memiliki tingkat persaingan ketat,” ujar kandidat doktor Ilmu Politik Universitas Hasanuddin ini.

Sementara menurut pengurus Golkar Sulsel yang juga Steering Comittee (SC) Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, jelang pelaksanaan Musda XI Golkar Sulsel, yang dijadwalkan April ini, pihaknya sedang merancang program Catur Sukses yang akan menjadi road map bagi kepengurusan Golkar Sulsel yang lahir dari Musda, yang terdiri dari 4 poin utama, yaitu Sukses Konsolidasi Organisasi, Sukses Pengaderan, Sukses Program Penggalangan, serta Sukses Pemenangan di Pileg, Pilkada, dan Pilpres.

BACA JUGA:

BACA JUGA: 
Rebut Kembali Kejayaan: Strategi "Mesin Tua" Golkar Sulsel Menghadapi Gempuran Kompetitor

“Ketua dan pengurus periode berikutnya memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan strategi Catur Sukses tersebut, demi misi mengembalikan posisi Golkar sebagai pemenang di Sulsel, program ini nanti kita plenokan dalam rapat sebelum Musda,” tutup mantan legislatif Golkar Sulsel dua periode ini.

Perbandingan Hasil Pileg 2019 dan Pileg 2024:

Tahun 2019

  1. Golkar 13 kursi
  2. Nasdem 12 kursi
  3. Gerindra 11 kursi
  4. Demokrat 10 kursi
  5. PKS 8 kursi
  6. PKB 8 Kursi
  7. PDIP 8 kursi
  8. PAN 7 kursi
  9. PPP 6 kursi
  10. Hanura 1 kursi
  11. Perindo 1 kursi

Tahun 2024

  1. Nasdem 17 kursi
  2. Golkar 14 kursi
  3. Gerindra 13 kursi
  4. Demokrat 7 kursi
  5. PKS 7 kursi
  6. PKB 8 kursi
  7. PPP 8 kursi
  8. PDIP 6 kursi
  9. PAN 4 kursi
  10. Hanura 1 kursi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru