Update Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M7,6 Guncang Sulut: BMKG Imbau Evakuasi Halmahera-Minahasa

SulawesiPos.com – Gempa bumi berkekuatan M7,6 terjadi pada Kamis, 2 April 2026, pukul 05:48:16 WIB di wilayah 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 km.

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah.

Pemantauan Tsunami

Berdasarkan pengukuran muka air laut, tsunami telah terdeteksi di beberapa lokasi:

  • Belang: 0,68 meter, pukul 06:36 WIB
  • Bitung: 0,20 meter, pukul 06:15 WIB
  • Bumbutan: 0,13 meter, pukul 06:50 WIB
  • Gita: 0,24 meter, pukul 06:12 WIB
  • Halmahera Barat: 0,30 meter, pukul 06:08 WIB
  • Kedi: 0,15 meter, pukul 06:15 WIB
  • Minahasa Utara: 0,75 meter, pukul 06:18 WIB
  • Sidangoli: 0,35 meter, pukul 06:16 WIB
  • Sitaro: 0,19 meter, pukul 06:15 WIB

BMKG Imbau Evakuasi Sejumlah Daerah

BMKG menyarankan evakuasi menyeluruh bagi pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak dengan status ancaman sebagai berikut:

  • Kota Ternate: Status Siaga, pukul 05:53 WIB
  • Halmahera: Status Siaga, pukul 05:54 WIB
  • Kota Tidore: Status Siaga, pukul 05:56 WIB
  • Kota Bitung: Status Siaga, pukul 06:12 WIB
  • Minahasa Bagian Selatan: Status Siaga, pukul 06:17 WIB
  • Minahasa Selatan Bagian Selatan: Status Siaga, pukul 06:18 WIB
  • Minahasa Utara Bagian Selatan: Status Siaga, pukul 06:18 WIB
BACA JUGA: 
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sukabumi, Disusul Gempa Melawi dan Pangandaran Hari Ini

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan mengutamakan keselamatan dengan segera menuju lokasi evakuasi aman.

Peringatan ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini tsunami (Tsunami Early Warning System) untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerusakan di wilayah pesisir.

SulawesiPos.com – Gempa bumi berkekuatan M7,6 terjadi pada Kamis, 2 April 2026, pukul 05:48:16 WIB di wilayah 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 km.

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah.

Pemantauan Tsunami

Berdasarkan pengukuran muka air laut, tsunami telah terdeteksi di beberapa lokasi:

  • Belang: 0,68 meter, pukul 06:36 WIB
  • Bitung: 0,20 meter, pukul 06:15 WIB
  • Bumbutan: 0,13 meter, pukul 06:50 WIB
  • Gita: 0,24 meter, pukul 06:12 WIB
  • Halmahera Barat: 0,30 meter, pukul 06:08 WIB
  • Kedi: 0,15 meter, pukul 06:15 WIB
  • Minahasa Utara: 0,75 meter, pukul 06:18 WIB
  • Sidangoli: 0,35 meter, pukul 06:16 WIB
  • Sitaro: 0,19 meter, pukul 06:15 WIB

BMKG Imbau Evakuasi Sejumlah Daerah

BMKG menyarankan evakuasi menyeluruh bagi pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak dengan status ancaman sebagai berikut:

  • Kota Ternate: Status Siaga, pukul 05:53 WIB
  • Halmahera: Status Siaga, pukul 05:54 WIB
  • Kota Tidore: Status Siaga, pukul 05:56 WIB
  • Kota Bitung: Status Siaga, pukul 06:12 WIB
  • Minahasa Bagian Selatan: Status Siaga, pukul 06:17 WIB
  • Minahasa Selatan Bagian Selatan: Status Siaga, pukul 06:18 WIB
  • Minahasa Utara Bagian Selatan: Status Siaga, pukul 06:18 WIB
BACA JUGA: 
BMKG Keluarkan Peringatan Dini 23-25 Januari 2026 di Sulsel, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan mengutamakan keselamatan dengan segera menuju lokasi evakuasi aman.

Peringatan ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini tsunami (Tsunami Early Warning System) untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerusakan di wilayah pesisir.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru