27 C
Makassar
18 January 2026, 19:05 PM WITA

Dange Ketan Khas Pangkep, Kue Tradisional Legit dengan Beragam Variasi Rasa

SulawesiPos.com – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dikenal memiliki kekayaan kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini.

Salah satu camilan khas yang lekat dengan identitas daerah ini adalah dange, makanan tradisional berbahan dasar tepung ketan yang diolah dengan cara sederhana, namun menghasilkan cita rasa yang khas dan autentik.

Berbeda dengan dange sagu yang dikenal di beberapa daerah lain, dange khas Pangkep menggunakan tepung ketan sebagai bahan utama, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih legit, kenyal, dan mengenyangkan.

Makanan ini telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat, baik sebagai camilan sore, sajian keluarga, maupun hidangan pendamping saat berkumpul.

Proses Pembuatan yang Masih Tradisional Menggugah Selera

Dange ketan dibuat dari campuran tepung ketan, kelapa parut, dan gula, lalu dimasak menggunakan cetakan khusus berbahan logam yang dipanaskan di atas bara api.

Proses pemanggangan ini memberikan aroma khas yang sulit ditiru oleh metode modern. Adonan dituangkan ke dalam cetakan, kemudian dipanggang hingga matang merata.

Bagian luar dange biasanya sedikit kering dan kecokelatan, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan legit.

Baca Juga: 
Bannang-Bannang, Kue Tradisional Sulsel yang Sarat Makna Pernikahan

Teknik memasak tradisional inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama dange ketan Pangkep.

SulawesiPos.com – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dikenal memiliki kekayaan kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini.

Salah satu camilan khas yang lekat dengan identitas daerah ini adalah dange, makanan tradisional berbahan dasar tepung ketan yang diolah dengan cara sederhana, namun menghasilkan cita rasa yang khas dan autentik.

Berbeda dengan dange sagu yang dikenal di beberapa daerah lain, dange khas Pangkep menggunakan tepung ketan sebagai bahan utama, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih legit, kenyal, dan mengenyangkan.

Makanan ini telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat, baik sebagai camilan sore, sajian keluarga, maupun hidangan pendamping saat berkumpul.

Proses Pembuatan yang Masih Tradisional Menggugah Selera

Dange ketan dibuat dari campuran tepung ketan, kelapa parut, dan gula, lalu dimasak menggunakan cetakan khusus berbahan logam yang dipanaskan di atas bara api.

Proses pemanggangan ini memberikan aroma khas yang sulit ditiru oleh metode modern. Adonan dituangkan ke dalam cetakan, kemudian dipanggang hingga matang merata.

Bagian luar dange biasanya sedikit kering dan kecokelatan, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan legit.

Baca Juga: 
Katirisala, Kue Legit Bugis yang Lahir dari Sebuah “Kesalahan Manis”

Teknik memasak tradisional inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama dange ketan Pangkep.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/