Paus Leo XIV Desak Gencatan Senjata Timur Tengah, Vatikan Tingkatkan Tekanan ke AS dan Israel

SulawesiPos.com – Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, kembali melontarkan seruan tegas terkait konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Dalam doa Angelus mingguan di Lapangan Santo Petrus, ia mendesak penghentian perang secepatnya, sembari menyebut penderitaan akibat konflik sebagai “skandal bagi seluruh keluarga manusia”.

Paus mengaku mengikuti perkembangan perang dengan “keprihatinan mendalam”, terutama ketika konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki pekan keempat.

“Kita tidak bisa tetap diam di hadapan penderitaan begitu banyak orang, korban tak berdaya dari konflik ini,” ujar Paus Leo XIV.

Ia menegaskan bahwa penderitaan tersebut bukan hanya milik satu bangsa, melainkan luka bagi seluruh umat manusia.

“Apa yang menyakiti mereka, menyakiti seluruh kemanusiaan,” katanya.

Dalam pernyataannya, Paus juga memperbarui ajakan kepada umat dunia untuk terus berdoa demi terciptanya perdamaian.

“Saya dengan tegas memperbarui seruan agar kita tekun dalam doa, sehingga permusuhan dapat berhenti dan jalan menuju perdamaian akhirnya terbuka,” lanjutnya.

BACA JUGA: 
Besar Potensi Amerika Serang Iran, Negara Teluk Cemas

Seruan ini menjadi bagian dari upaya moral Vatikan untuk mendorong penghentian konflik yang semakin meluas dan menimbulkan korban sipil.

Dalam beberapa hari terakhir, Vatikan menunjukkan perubahan pendekatan diplomasi dengan meningkatkan tekanan secara lebih terbuka.

Langkah ini terlihat dari pernyataan Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, yang secara langsung meminta Presiden Donald Trump untuk segera mengakhiri konflik.

“Ia akan mengatakan: akhiri secepat mungkin… dan biarkan Lebanon tenang,” kata Parolin, merujuk juga pada situasi di Lebanon.

“Pesan ini juga ditujukan kepada pihak Israel,” tambahnya saat berbicara di parlemen Italia.

Parolin mengungkapkan kekhawatiran bahwa konflik berpotensi meluas dan memperburuk situasi global, sehingga ia mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi dan dialog damai.

Perubahan Gaya Diplomasi Vatikan

Secara tradisional, diplomasi Vatikan dikenal bekerja di balik layar dan jarang menyampaikan tekanan langsung kepada pemimpin negara.

Namun, eskalasi konflik yang semakin intens tampaknya mendorong perubahan pendekatan tersebut menjadi lebih terbuka dan tegas.

BACA JUGA: 
Tiongkok Buka Suara Soal Serangan AS ke Iran, Desak Penghentian Perang dan Peringatkan Risiko Eskalasi Konflik Timur Tengah

Seruan Paus Leo XIV dan pejabat tinggi Vatikan kini menambah tekanan internasional di tengah meningkatnya korban sipil serta kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

SulawesiPos.com – Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, kembali melontarkan seruan tegas terkait konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Dalam doa Angelus mingguan di Lapangan Santo Petrus, ia mendesak penghentian perang secepatnya, sembari menyebut penderitaan akibat konflik sebagai “skandal bagi seluruh keluarga manusia”.

Paus mengaku mengikuti perkembangan perang dengan “keprihatinan mendalam”, terutama ketika konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki pekan keempat.

“Kita tidak bisa tetap diam di hadapan penderitaan begitu banyak orang, korban tak berdaya dari konflik ini,” ujar Paus Leo XIV.

Ia menegaskan bahwa penderitaan tersebut bukan hanya milik satu bangsa, melainkan luka bagi seluruh umat manusia.

“Apa yang menyakiti mereka, menyakiti seluruh kemanusiaan,” katanya.

Dalam pernyataannya, Paus juga memperbarui ajakan kepada umat dunia untuk terus berdoa demi terciptanya perdamaian.

“Saya dengan tegas memperbarui seruan agar kita tekun dalam doa, sehingga permusuhan dapat berhenti dan jalan menuju perdamaian akhirnya terbuka,” lanjutnya.

BACA JUGA: 
Besar Potensi Amerika Serang Iran, Negara Teluk Cemas

Seruan ini menjadi bagian dari upaya moral Vatikan untuk mendorong penghentian konflik yang semakin meluas dan menimbulkan korban sipil.

Dalam beberapa hari terakhir, Vatikan menunjukkan perubahan pendekatan diplomasi dengan meningkatkan tekanan secara lebih terbuka.

Langkah ini terlihat dari pernyataan Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, yang secara langsung meminta Presiden Donald Trump untuk segera mengakhiri konflik.

“Ia akan mengatakan: akhiri secepat mungkin… dan biarkan Lebanon tenang,” kata Parolin, merujuk juga pada situasi di Lebanon.

“Pesan ini juga ditujukan kepada pihak Israel,” tambahnya saat berbicara di parlemen Italia.

Parolin mengungkapkan kekhawatiran bahwa konflik berpotensi meluas dan memperburuk situasi global, sehingga ia mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi dan dialog damai.

Perubahan Gaya Diplomasi Vatikan

Secara tradisional, diplomasi Vatikan dikenal bekerja di balik layar dan jarang menyampaikan tekanan langsung kepada pemimpin negara.

Namun, eskalasi konflik yang semakin intens tampaknya mendorong perubahan pendekatan tersebut menjadi lebih terbuka dan tegas.

BACA JUGA: 
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Opsi Evakuasi WNI

Seruan Paus Leo XIV dan pejabat tinggi Vatikan kini menambah tekanan internasional di tengah meningkatnya korban sipil serta kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru